sewa ambulance

usia

Usia Berapa Bayi Mulai Boleh Diberikan Madu?

Madu merupakan sumber pemanis alami dengan warna kuning kecoklatan yang khas. Berkat rasanya yang manis dan segudang khasiat di baliknya, madu menjadi favorit banyak orang, termasuk bayi. Namun, bagi Anda yang memiliki bayi, mungkin Anda sering bertanya-tanya apakah aman jika si kecil diberikan madu sejak dini? Adakah patokan usia terbaik untuk mengenalkan madu pada bayi?

Kapan boleh memberikan madu untuk bayi?

minum madu

Sebagai orang tua dengan bayi, Anda mungkin perlu meluangkan lebih banyak waktu untuk mengajar dan memantau semua hal yang berkaitan dengan perkembangan si kecil.

Mulai dari mengajaknya bermain, mengajarinya berbicara, memperhatikan perkembangan perilakunya, hingga mengenalkan bayi pada makanan pendamping ASI.

Selain diberikan ASI setelah usia 6 bulan, pemberian makanan padat juga bisa dibarengi dengan susu formula bayi.

Nah, salah satu sumber makanan yang sering menjadi pertanyaan untuk diberikan pada bayi adalah madu. Ini karena madu memiliki rasa manis alami dengan tekstur lembut dan berbagai nutrisi untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi.

Tak hanya itu, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), keputusan orang tua memberikan madu kepada bayi karena memiliki beberapa manfaat.

Manfaat bayi mengkonsumsi madu misalnya dapat menjaga kekuatan tubuh. Sistem imun bayi yang kuat bisa membantunya terhindar dari berbagai penyakit.

Di sisi lain, madu juga sering digunakan sebagai obat herbal tradisional untuk meredakan gejala batuk dan sulit tidur.

Gejala seperti batuk dan insomnia biasanya dialami oleh anak-anak yang mengalami infeksi saluran pernapasan atas.

Hal ini membuat banyak orang tua berpikir bahwa madu untuk bayi aman diberikan di segala usia. Padahal kenyataannya tidak semudah itu.

Menurut asosiasi dokter anak di Amerika Serikat, American Academy of Pediatrics (AAP), waktu paling aman memberi bayi madu adalah saat mereka berusia 12 bulan atau 1 tahun.

Aturan pemberian madu pada bayi berlaku untuk madu murni dan olahan. Selain itu, aturan ini berlaku tidak hanya untuk madu asli dalam bentuk cair, tetapi juga untuk semua makanan yang diolah dengan madu.

Bagaimana cara memperkenalkan madu pada bayi?

manfaat madu mentah

Sesuai aturan sebelumnya, Anda tidak perlu terburu-buru memberikan madu untuk bayi. Tambahkan madu ke dalam menu makanan bayi pada waktu terbaik untuk usianya.

Sebaiknya biarkan si kecil mencicipi sedikit madu terlebih dahulu sebagai langkah pertama dalam proses pengenalan makanan.

Setelah itu, coba tunggu kurang lebih tiga hingga empat hari jika ingin beralih memperkenalkan jenis makanan baru lainnya.

Tujuannya agar Anda bisa menilai apakah bayi alergi madu atau tidak. Jika Anda memberi diri Anda jenis makanan baru selama beberapa hari berturut-turut setelah memperkenalkan madu, ketakutan itu akan menimbulkan kebingungan.

Artinya, Anda mungkin akan kesulitan menemukan makanan mana yang menyebabkan gejala alergi pada bayi.

Setelah bayi Anda tidak menunjukkan gejala alergi, Anda dapat mulai memberinya madu, baik sebagai makanan atau minuman.

Pastikan Anda menyajikan makanan yang dapat menarik bayi untuk mencicipi madu, misalnya mencampurkan madu dengan yogurt, oatmeal, smoothie, Dan seterusnya.

Sedapat mungkin buat kesan yang baik untuk pengalaman pertama bayi memakan madu. Setelah Anda mengenalkan madu pada bayi Anda, biasanya ada dua kemungkinan.

Bayi dapat langsung menyukainya atau menolaknya pada awalnya dan baru benar-benar menyukainya setelah beberapa kali mencoba.

Biasanya dibutuhkan sekitar 10-15 kali percobaan untuk memberikan madu kepada bayi sebelum menyimpulkan bahwa ia benar-benar tidak menyukainya.

Jika tidak suka madu, bayi akan kesulitan makan makanan yang mengandung madu.

Hati-hati, madu juga berisiko menimbulkan penyakit!

bayi menangis bukan air mata

Tak hanya dikhawatirkan bisa menyebabkan tersedak atau alergi jika diberikan pada bayi berusia kurang dari satu tahun.

Melansir dari laman Kids Health, alasan utama mengapa Anda tidak disarankan memberikan madu kepada bayi terlalu dini adalah karena madu mengandung spora dari bakteri. Clostridium botulinum.

Bakteri ini bisa hidup dan berkembang di sistem pencernaan bayi, bahkan menghasilkan racun berbahaya dan menyebabkan botulisme.

Proses botulisme pada bayi akibat mengkonsumsi madu untuk keperluan apapun dikarenakan flora normal di usus bayi tidak sempurna.

Hal tersebut membuat flora di usus tidak mampu bersaing dengan spora yang masuk ke saluran pencernaan bayi.

Perbedaan tingkat keasaman atau pH pada saluran pencernaan memungkinkan terjadinya pertumbuhan spora Clostridium botulinum masuk ke saluran pencernaan.

Selanjutnya spora tersebut akan berkumpul di usus besar dan mulai bekerja menghasilkan toksin botulinum yang menyebabkan penyakit pada bayi.

Sedangkan pada anak-anak dan orang dewasa, madu tidak menimbulkan gangguan kesehatan. Ini karena flora normal di usus anak-anak dan orang dewasa mampu bersaing dengan spora di saluran pencernaan.

Bayi dengan botulisme akan menunjukkan beberapa gejala awal antara lain sembelit atau sembelit, lemas, nafsu makan bayi berkurang, hingga kejang.

Gejala awal botulisme biasanya muncul dalam 12-36 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri.

Jika Anda melihat tanda-tanda botulisme pada bayi, konsultasikan dengan dokter segera sebelum terlambat.

Diagnosis dini dapat meningkatkan peluang bayi Anda mendapatkan perawatan yang tepat dan mencegah bayi mengalami masalah gizi.

Pada beberapa kasus yang parah, botulisme dapat mengganggu pernapasan karena membuat otot tidak dapat bekerja secara maksimal yang berujung pada kematian.

Atas dasar ini, bayi tidak disarankan mengonsumsi madu jika usianya kurang dari 12 bulan atau 1 tahun.

Adakah alternatif madu untuk bayi kurang dari 1 tahun?

potong buah

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, madu tidak dianjurkan untuk bayi yang belum berusia 12 bulan atau 1 tahun.

Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko bayi mengalami penyakit botulisme (botulisme bayi). Tapi jangan khawatir, jika ingin menambahkan pemanis alami pada makanan, minuman atau snack bayi, coba tambahkan jus buah.

Anda bisa membuat jus buah dengan meremas atau menghancurkan buah yang segar dan matang. Buah segar ini bisa dipilih apa saja seperti buah untuk bayi yang biasa diberikan.

Selain rasanya yang lezat, jus buah juga mengandung berbagai nutrisi termasuk vitamin untuk bayi.

Pada dasarnya jus buah memiliki rasa yang manis seperti buahnya, sehingga dapat langsung dicampur dengan makanan atau minuman bayi.

Namun, Anda juga bisa menambahkan air dan gula ke dalam cairan jus untuk menyesuaikan rasa dan tekstur sesuai selera Anda.

Meski tekstur dan rasa cairan jus sangat berbeda dengan madu, setidaknya jus dapat membantu menambah rasa alami pada makanan dan minuman.

Posting Berapa Umur Bayi Anda Mulai Diberi Madu? muncul pertama kali di Hello Sehat.

Tips Mengajarkan Pendidikan Seks pada Anak sesuai Usia

Memasuki usia 1 tahun, kecerdasan si Kecil pasti bertambah banyak ya, Mums. Tak hanya jumlah ocehannya, namun juga kemampuannya untuk memahami hal di sekitarnya. Namun, terlalu cepatkah untuk mengenalkannya pendidikan seks di usia ini? Dan jika tidak, mana dulu yang bisa dikenalkan padanya? Yuk, kupas di sini, Mums.

Memberikan Pendidikan Seks untuk si Kecil, Mulai dari Mana?

Jika mengingat masa kecil kita dulu, mengucapkan kata “seks” saja sudah sangat tabu, ya, Mums. Belum lagi, media informasi digital tak seperti saat ini yang sangat mudah diakses. Tak heran, masa lalu kita sebagai anak kecil yang besar di tahun ‘80 hingga ‘90-an, sangat jauh dari pendidikan seks yang layak dan transparan.

Kini, keadaannya sangat berbeda. Para ahli justru menyarankan orang tua untuk mengenalkan pada pendidikan seks di usia dini, bahkan sebelum anak bisa bicara. Ya, ilmu yang satu ini memang tak mudah untuk dijelaskan, dan pastinya terasa canggung atau jengah. Namun, ada prinsip yang perlu selalu diingat: jangan biarkan rasa canggung itu berkuasa. Karena, ada misi yang lebih penting daripada rasa jengah kita, yaitu jangan sampai si Kecil mendapatkan ilmu soal seksualitasnya dari orang atau sumber lain yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Bagaimana jika orang tua kehabisan cara untuk menjelaskan? Saran dari para ahli adalah tidak apa-apa untuk mengakui bahwa Mums tidak memiliki jawaban untuk semua pertanyaannya. Dan, tepat sebelum Mums mencoba menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan seks pada si Kecil, cobalah ajukan pertanyaan klarifikasi seperti, “Adek dengar dari mana kata itu?”. Hal ini dimaksudkan agar Mums bisa memberikan respons yang sesuai.

Lalu, harus mulai dari mana untuk memberikan pendidikan seks dini pada anak? Walau anak-anak mulai bisa membedakan jenis kelamin dan genitalia di usia tiga tahun, para ahli sepakat bahwa mengenalkan alat kelaminnya dalam kegiatan sehari-hari, bisa menjadi langkah awalnya. Dan ingat, gunakanlah penamaan yang akurat, hindari menggunakan istilah eufemisme, seperti “burung”, “huha”, “bunga”, dan panggilan “halus” lainnya.

“Penting untuk menggunakan bahasa yang akurat, yaitu penis dan vagina, mulai dari hari pertama orang tua mengenalkan genitalia pada anak. Tujuannya adalah untuk membuka saluran komunikasi dengan cara yang jujur ​​dan terus terang, serta untuk menekankan bahwa tidak apa-apa jika si Kecil ingin membicarakan tubuhnya. Penamaan genitalia yang benar juga bermanfaat untuk mengidentifikasi anatomi seksual tertentu. Jika misalnya si Kecil mengalami masalah kesehatan atau cedera pada organ intimnya, ia dapat memberi tahu orang tuanya dengan jelas,” papar Stephanie Mitelman, seorang pendidik seksualitas bersertifikat dari Universitas McGill and Concordia universities di Montreal, Kanada.

Baca juga: Awas, Mencabut Gigi Si Kecil Tanpa Bantuan Dokter Bisa Berbahaya!

Tahap Pendidikan Seksual Sesuai Usia

1. Usia <24 bulan

Berbicara tentang seksualitas sama halnya seperti pemberian stimulasi. Lakukanlah secara bertahap sesuai usianya. Untuk usia 2 tahun pertama, memang tak banyak yang bisa Mums lakukan. Namun, di sinilah fase pentingnya karena menjadi langkah awal untuk mengenali bagian tubuh privatnya. Beberapa hal yang bisa Mums lakukan adalah:

  • Mengenalkan bagian tubuh privatnya dengan nama akurat.
  • Tak apa bila si Kecil ingin menyentuh area privatnya, seperti saat mandi atau berganti popok.
  • Mulai mengenalkan bahwa ada dua jenis kelamin yang berbeda. Anak laki-laki memiliki penis, anak perempuan memiliki vagina.
  • Ceritakan tentang fungsi dari bagian tubuh manusia, termasuk yang berhubungan dengan organ intimnya. Misal, dari mana datangnya urine, kenapa BAB dilakukan melalui area bokong, dan lain sebagainya.
  • Mengenalkan rasa risih dan malu ketika si Kecil tidak mengenakan atasan atau bawahan. Konsisten ingatkan bahwa ia boleh tidak mengenakan pakaian hanya di dalam kamar, bukan di tempat umum atau ketika ada orang asing.

2. Usia 2-5 tahun

Seiring dengan perkembangan kecerdasan serta cakupan sosialnya, maka pendidikan seks untuk anak di rentang usia ini sudah makin beragam. Beberapa hal penting yang perlu Mums ajarkan adalah:

  • Menyebutkan dengan benar bagian tubuh beserta fungsinya.
  • Jelaskan bahwa alat kelamin anak laki-laki dan perempuan memang berbeda, namun juga memiliki bagian yang sama seperti bokong, puting susu, dada, tangan, hidung, dan lain-lain.
  • Setiap orang diciptakan dengan bentuk yang unik, sehingga ia tak perlu malu atau berkecil hati jika penampilannya tidak seperti teman-temannya.
  • Ajarkan bahwa ada beberapa bagian tubuh sama sekali tidak boleh dilihat dan disentuh oleh siapa pun, kecuali orang tua, atau pengasuh yang sudah dipercayakan oleh orang tuanya, atau dokter di rumah sakit ketika ia sakit.
  • Si Kecil punya hak untuk menolak dipeluk, dicium, atau disentuh, bahkan oleh orang tuanya sendiri.

Baca juga: Apakah Pemanis Buatan Aman untuk Anak?

  • Menyentuh area privatnya boleh saja, namun berikan pemahaman bahwa ada batasan untuk melakukan itu. Misal, boleh menyentuh penis ketika akan buang air kecil di kamar mandi.
  • Bisa saja suatu hari Mums akan melihat atau memergoki si Kecil bermain “dokter-dokteran” dengan teman seusianya untuk saling memperlihatkan atau menyentuh area privatnya. Jika hal itu benar terjadi, usahakan tetap tenang, sela kegiatan mereka dengan cara yang baik, dan alihkan aktivitas tersebut ke hal yang lain. Di saat kondisi sudah terkendali, coba jelaskan bahwa permainan tersebut kurang pantas dan ada aturan tentang menyentuh atau memperlihatkan area privatnya.
  • Pertanyaan tentang dari mana datangnya bayi umumnya akan menjadi topik yang membuat si Kecil penasaran. Alih-alih membohonginya dengan cerita khayalan, jelaskan singkat dengan jujur. Misal: anak bayi merupakan pemberian Tuhan yang dititipkan di dalam perut ibunya, lalu dilahirkan ke dunia.
  • Rasa penasaran si Kecil tentang lawan jenis akan berkembang ke hubungan antarmanusia, seperti hubungan Mums dan Dads. Jika ia bertanya mengapa ayah dan ibunya menikah, Mums bisa menjelaskan bahwa hanya laki-laki dan perempuan dewasa yang boleh menikah dan memiliki anak.
  • Beri pemahaman pada si Kecil untuk tidak merahasiakan hal-hal yang berhubungan dengan fisik dan perasaannya. Katakan bahwa rahasia hanya untuk menyembunyikan kejutan atau hadiah.
Baca juga: Ini Perbedaan antara Anak Introvert dan Pemalu

Sumber:

About Kids health. Children’s Sexuality.

Today’s Parent. How to Talk to Kids about Sex.

Hey Sigmund.Guide to Sex Education.

Today’s Parent. What Kids Should Call Their Private Parts?

Olahraga di usia lanjut dapat mencegah penyakit jantung & stroke

Olahraga di usia tua dapat mencegah penyakit jantung & stroke

Olahraga pada lansia secara signifikan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. sebuah studi menemukan bahwa peningkatan aktivitas di atas usia 60 dapat secara signifikan mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

pada 2015, 900 juta sumber tepercaya, secara global, berusia lebih dari 60 tahun. Pada tahun 2050, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa angka tersebut akan mencapai 2 miliar.

Meskipun umum bagi orang untuk menjadi kurang aktif karena usia mempengaruhi kemampuan fisik seseorang, sebuah studi baru-baru ini diterbitkan dalam European Heart Journalfinds bahwa mempertahankan tingkat aktivitas atau menjadi lebih aktif pada tahap kehidupan ini penting untuk mengurangi risiko. serangan jantung dan stroke.

Para peneliti menemukan bahwa peserta studi yang mengurangi tingkat latihan mereka dari waktu ke waktu adalah 27% lebih mungkin untuk mengembangkan masalah jantung dan pembuluh darah. Mereka yang menjadi lebih aktif mengurangi risiko mereka hingga 11%.

Pelajari aktivitas fisik pada usia yang lebih tua

Penulis penelitian – dipimpin oleh Kyuwoong Kim, dari Departemen Ilmu Biomedis, di Seoul National University, di Korea Selatan – menganalisis data dari 1.119.925 pria dan wanita 60 tahun atau lebih.

Data telah dikumpulkan oleh Layanan Asuransi Kesehatan Nasional (NIHS), yang menyediakan layanan kesehatan bagi sekitar 97% populasi Korea Selatan. Usia rata-rata peserta adalah 67, dan 47% adalah laki-laki.

NIHS melakukan dua pemeriksaan kesehatan individu, satu pada 2009-2010 dan satu lagi pada 2011-2012. Para peneliti mengumpulkan data tentang peserta ini hingga 2016.

Selama setiap pemeriksaan, penyedia layanan kesehatan bertanya kepada peserta tentang tingkat aktivitas fisik dan gaya hidup mereka.

Para peneliti mendefinisikan aktivitas fisik sedang sebagai 30 menit atau lebih per hari menari, berkebun, atau jalan cepat. Berlari dua puluh menit atau lebih, bersepeda cepat, atau olahraga aerobik setiap hari dianggap sebagai olahraga yang kuat.

Dalam pemeriksaan kesehatan NIHS kedua mereka, para peserta melaporkan bagaimana tingkat aktivitas mereka telah berubah sejak pemeriksaan pertama.

Mayoritas peserta, sekitar dua pertiga, tidak aktif pada saat pemeriksaan kedua. Sekitar 78% wanita secara fisik tidak aktif pada pemeriksaan kesehatan pertama, dan angka ini pada pemeriksaan kedua kira-kira sama, yaitu 77%.

Pria kurang aktif untuk yang kedua kalinya: 67% di pemutaran pertama dan 66% di kedua.

Hanya 22% dari seluruh kelompok telah meningkatkan tingkat aktivitas mereka di antara pemeriksaan, sementara 54% peserta yang telah berolahraga secara teratur lima kali atau lebih per minggu menjadi tidak aktif selama skrining kedua.

Para peneliti juga menganalisis klaim medis nasional terkait penyakit jantung dan stroke serta catatan rumah sakit dari Januari 2013 hingga Desember 2016.

Pada akhir periode penelitian, 114.856 kasus penyakit jantung atau stroke dilaporkan dalam kohort. Para peneliti menyesuaikan faktor-faktor seperti status sosial ekonomi, usia, jenis kelamin, kondisi medis lainnya, dan detail gaya hidup seperti merokok dan penggunaan alkohol.

Dampak aktivitas di usia tua

Analisis penelitian mengungkapkan bahwa orang-orang yang telah meningkatkan tingkat aktivitas mereka dari menjadi terus menerus yang aktif hingga empat kali lipat secara aktif telah meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke sebesar 11%.

Mereka yang telah aktif sekali atau dua kali per minggu pada cek pertama kemudian meningkat menjadi lima kali atau lebih per minggu pada cek kedua telah meningkatkan risiko mereka sebesar 10%.

Orang-orang penyandang cacat juga mendapat manfaat dari peningkatan tingkat aktivitas mereka, mengurangi risiko kardiovaskular sebesar 16%. Peserta yang menderita diabetes seperti hipertensi atau diabetes melihat 4-7% dari mereka yang mengalami masalah jantung atau stroke.

Sementara itu, risiko masalah kardiovaskular telah meningkat sebesar 27% di antara peserta yang telah mengurangi tingkat olahraga di antara pemutaran.

"Pesan terpenting dari penelitian ini adalah bahwa orang dewasa yang lebih tua harus meningkatkan atau mempertahankan frekuensi pelatihan mereka untuk mencegah penyakit kardiovaskular."

Kyuwoong Kim

Apa hubungannya dengan informasi ini?

Kesimpulan dari penelitian ini menyajikan bukti kuat bahwa olahraga tetap penting seiring bertambahnya usia.

Temuan menunjukkan bahwa aktivitas fisik harus menjadi prioritas harian yang signifikan bagi orang tua karena tubuh kita tumbuh dalam kerapuhan, dan ketidaknyamanan menjadi lebih umum.

Untuk mendukung gaya hidup sehat, memanfaatkan gadget teknologi, perangkat medis canggih dan aplikasi kesehatan di Android atau iOS dapat membantu memantau tingkat aktivitas fisik, detak jantung, dan bahkan ada alat yang memanfaatkan gelombang otak yang membantu kita lebih rileks.

Ini dapat memfasilitasi masyarakat dalam hal memelihara dan memantau kesehatan mereka sendiri dan anggota keluarga, kehadiran alat ini diklaim dapat meningkatkan motivasi seseorang untuk hidup aktif. Data yang dikumpulkan juga mudah dimasukkan ke dalam aplikasi di ponsel pintar dan membuat laporan dalam periode waktu tertentu.

Penggunaan perangkat komunikasi telepon seluler atau smartphone memungkinkan keterlibatan masyarakat yang lebih besar, yang berarti lebih banyak orang fokus pada peningkatan kesehatan dan kebugaran mereka, seperti berpegang teguh pada diet sehat yang direkomendasikan oleh dokter, melanjutkan rutinitas olahraga, memantau tingkat kesehatan, mengikuti jadwal perawatan bersama mereka dengan menindaklanjuti janji dan bahkan mencari Pendapat Kedua.

Salah satu aplikasi yang mendukung gaya hidup sehat dan dapat memantau kemajuan kegiatan kesehatan dan olahraga dari waktu ke waktu adalah bahwa hub yang dikenal sebagai rekam medis elektronik pribadi (EMR) yang unik dan ada pada beberapa platform populer seperti Android, IOS dan basis WEB untuk menjadi solusi ketika Anda ingin memantau dan memantau perkembangan kesehatan dan aktivitas fisik Anda dari waktu ke waktu.

Hari Olahraga Nasional

Aplikasi + hubsehat untuk kesehatan

Satu manfaat menarik selain aplikasi HubShat adalah dapat menyimpan dan memantau semua tindakan harian seperti tekanan darah, detak jantung hingga berat badan. HubShat juga berfungsi sebagai penyimpan data untuk informasi penting tentang riwayat medis, operasi pasien, alat kesehatan yang terpasang, obat yang dikonsumsi, untuk menemukan pendapat kedua.

Ini sangat penting karena pasien dengan penyakit kronis memerlukan monitor tambahan untuk masalah kesehatan mereka, memiliki aplikasi kesehatan keliling yang dapat menawarkan bantuan kepada penyedia layanan kesehatan dengan merinci semua yang perlu mereka ketahui tentang pembedahan dan riwayat medis sebelumnya merupakan perbaikan besar bagi pasien sekarang.

Selain itu, pasien dengan penyakit kronis harus melakukan tindakan LAB dan membuat janji untuk kontrol, menggunakan aplikasi, namun, untuk membantu para profesional melihat apakah hasil lab pasien tanpa masalah atau harus menunda tindakan yang diperlukan.

Aplikasi kesehatan + hubsehat untuk mendiagnosis penyakit

Aplikasi dan perangkat kesehatan seluler benar-benar membuat dampak yang kuat dalam industri perawatan kesehatan, karena mereka bahkan mungkin dapat mendiagnosis penyakit dan mencegah kemungkinan mengembangkan kondisi medis yang berbahaya seperti penyakit jantung, stroke atau diabetes.

Aplikasi + hubsehat untuk Pertumbuhan Anak

Aplikasi + hubsehat juga dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan, jadwal vaksin, dan imunisasi ke riwayat alergi pada anak-anak yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja sehingga Anda dapat bertindak lebih cepat untuk menghubungi dokter anak Anda dan tidak akan kehilangan anak Anda. masa pertumbuhan dan perkembangan.

Hidup akan jauh lebih bermakna ketika Anda dapat mengadopsi gaya hidup sehat dari muda hingga tua, memantau semua kegiatan kesehatan pribadi dan keluarga. Ini adalah langkah konkret menuju menciptakan gaya hidup sehat dan mencegah penyebab penyakit kronis seperti kolesterol, infeksi, detak jantung, stroke, atau berbagai tes yang bisa menjadi indikator penyebab penyakit kronis.

Posting Olahraga di usia tua dapat mencegah penyakit jantung & stroke muncul pertama kali di HubSehat.

Scroll to top