sewa ambulance

Ini

Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Jika Anda sering merasa ingin menggerakkan kaki atau bagian tubuh lainnya saat sedang bersantai atau tidur, Anda mungkin mengalami hal ini sindrom kaki gelisah. Kondisi sindrom kaki gelisah atau biasa disebut RLS adalah kelainan yang berhubungan dengan gerakan atau sensasi di tubuh Anda.

Biasanya, penderita mengalami perasaan seperti kesemutan, geli, sensasi terbakar, gatal-gatal, atau rasa tidak nyaman pada kaki, bahkan bagian tubuh lainnya. Dengan menggerak-gerakkan kaki atau anggota tubuh yang terasa terpengaruh akan sedikit mengurangi rasa tidak nyaman menderita.

Biasanya, penderita akan mengalami kesulitan tidur di malam hari, dan mengakibatkan kelelahan di siang hari karena kualitas tidur terganggu.

Gejala sindrom kaki gelisah

  • Dorongan untuk selalu menggerakkan bagian tubuh yang dirasa tidak nyaman. Sensasi tidak nyaman akan hilang selama anggota tubuh masih digerakkan.
  • Ketidaknyamanan tersebut semakin menjadi saat Anda beristirahat, duduk lama, mengemudi atau bepergian dengan pesawat. Bagian tubuh akan melepaskan sensasi gatal atau tidak nyaman jika pasien mengistirahatkan tubuhnya.
  • Biasanya keluhan menjadi lebih larut malam.

Siapa yang bisa terkena sindrom kaki gelisah?

Umumnya gangguan saraf ini menyerang ibu hamil dan juga orang yang sudah lanjut usia. Dilansir WebMd, kelainan ini lebih mungkin menyerang wanita, untuk kasus pada level anak-anak dan remaja, terkadang juga ditemukan kelainan yang menyerang mereka. Orang yang pernah diamputasi bisa mendapatkannya sindrom kaki gelisah terutama di bagian yang diamputasi.

Apa yang menyebabkan sindrom kaki gelisah?

Peneliti menyatakan, penyebab gangguan tersebut sindrom kaki gelisah karena zat kimia di otak, yaitu dopamin, tidak seimbang. Zat ini berfungsi untuk mengontrol motorik di otak kita untuk menggerakkan otot-otot tubuh. Penyebab lain juga bisa dilihat di bawah ini.

  • Penyakit

Berdasarkan penelitian, RLS dikaitkan dengan orang yang menderita beberapa penyakit yang berhubungan dengan gagal ginjal, kerusakan saraf, diabetes, dan penyakit Parkinson. Sensasi sindrom kaki gelisah juga bisa dialami saat tubuh Anda kekurangan zat besi.

  • Keturunan

Peneliti juga menyarankan bahwa orang tua lah yang bermasalah sindrom kaki gelisah berpotensi dapat mengurangi gangguan pada anak. Umumnya hal ini terjadi saat orang tua sudah lanjut usia.

  • Efek obat

Bagi Anda yang mengonsumsi obat-obatan dengan jenis seperti antidepresan, methamin (sejenis obat), dan obat mual juga bisa memengaruhi munculnya gangguan tersebut. sindrom kaki gelisah.

Apakah RLS berbahaya? Bagaimana cara mengatasinya?

Gangguan ini seringkali sulit untuk tidur atau tetap berbaring selama tidur. Tentunya keluhan tidur ini harus segera diatasi karena dapat berdampak negatif pada kesehatan dan kualitas hidup sehari-hari. Tingkat resiko yang Anda ambil bergantung pada kualitas istirahat harian Anda.

Coba perbaiki gaya hidup Anda dengan makan lebih banyak makanan yang mengandung zat besi yang terkandung dalam sayuran, hindari rokok dan alkohol, jalan-jalan sebentar sebelum tidur lalu pijat bagian tubuh yang terkena. Mulailah melakukan meditasi dan yoga, karena stres dapat memperburuk RLS Anda. Namun, jika sudah sangat mengganggu, Anda bisa berkonsultasi dan mendapatkan penanganan lebih lanjut dari dokter

Posting ini sering mengguncang Kaki Anda Saat Tidur? Ini karena pertama kali muncul di Hello Sehat.

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Pengertian new normal tidak sama halnya dengan back to normal, hal ini dikarenakan saat ini kita perlu beradaptasi dengan kebiasaan baru terkait pandemik COVID-19, misalnya protokol kesehatan baru yang ada di tengah kita. Penerapan protokol kesehatan dan mencakup kebersihan ini perlu senantiasa diterapkan guna menurunkan risiko penularan COVID-19 atau coronavirus. Tidak hanya itu, tentu saja dibutuhkan fondasi lainnya untuk membantu kita melindungi diri di era new normal, yaitu melalui asupan nutrisi yang tepat. Yuk, ketahui lebih lanjut nutrisi yang perlu dipenuhi untuk mencegah COVID-19!

Nutrisi yang wajib dipenuhi untuk mencegah COVID-19

Meskipun saat ini pemerintah telah memperbolehkan beraktivitas di luar rumah, bukan berarti kita bebas melakukan apa saja dengan rasa aman. Tetap perlu waspada dan tidak boleh lengah, karena virus mungkin saja masih ada di sekeliling kita.

Untuk dapat hidup berdampingan dengan virus tanpa terjangkit, tubuh perlu dibantu dengan adanya pemenuhan nutrisi yang baik untuk mendukung sistem imun tubuh kita. Berdasarkan penelitian American Journal of Physiology-Gastrointestinal And Liver Physiology, sekitar 70-80 persen imunitas tubuh dipengaruhi oleh kesehatan saluran pencernaan. Apabila saluran pencernaan sehat, hal ini tentunya berpengaruh baik terhadap daya tahan tubuh.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO tetap merekomendasikan diet gizi seimbang di tengah pandemi COVID-19. Artinya, dalam setiap menu makanan harus mencakup nutrisi lengkap, baik itu makronutrien seperti karbohidrat, protein, lemak, serta mikronutrien dari vitamin dan mineral.

nutrisi untuk mencegah covid

Namun, untuk membuat fondasi daya tahan tubuh yang kuat (building block), kita perlu fokus pada asupan protein.

Banyak orang berpikir harus menambah konsumsi buah dan sayur sebanyak-banyaknya, serta minum vitamin C dosis tinggi, sehingga terhindar dari penyakit. Hal ini kurang tepat, karena yang paling utama adalah tubuh kita mendapatkan asupan gizi seimbang terlebih dahulu. Anda juga bisa memperbanyak asupan protein untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Ada juga anggapan perut kenyang sudah pun sudah cukup untuk membuat tubuh jadi kuat dengan mengonsumsi nasi yang banyak, lauk pauk seadanya, sambal, dan kerupuk. Pola pikir ini seharusnya diubah, bukan “yang penting kenyang“, tetapi dengan memperhatikan komposisi dari nutrisi yang dikonsumsi lewat makanan.

Saat ini, nutrisi memegang peran penting untuk untuk mencegah risiko penularan COVID-19. Kita perlu memperbanyak lauk pauk yang mengandung protein. Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan pedoman “Isi Piringku” dengan membagi piring tiga bagian, yakni 1/3 karbohidrat, 1/3 sayuran, 1/3 lauk pauk dan buah-buahan.

Sertakan beragam protein dalam setiap menu makan, misalnya:

  • Protein hewani: Daging, ayam, ikan, telur, susu, atau produk susu
  • Protein nabati: Tempe, tahu, segala jenis kacang-kacangan, atau biji-bijian

Protein hewani dan nabati melengkapi satu sama lain dalam membentuk sistem imun tubuh, sehingga membantu menjaga tubuh dari infeksi penyakit.

Terutama bagi yang secara fisik sudah beraktivitas di masa new normal, sangat penting untuk tetap menjaga asupan nutrisi harian. 

Untuk membantu menjaga pemenuhan nutrisi, Anda juga bisa minum makanan cair yang telah dilengkapi dengan gizi seimbang. Makanan cair ini sangat praktis dikonsumsi terutama bagi kita yang sudah beraktivitas di luar rumah dan ingin memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi, seimbang, dan lengkap. 

Makanan cair siap minum juga lebih mudah penyajiannya, terutama saat beraktivitas di luar rumah, karena tidak memerlukan alat makan yang perlu disterilisasi. Selain itu, makanan cair terjaga pula higienitasnya, karena dikemas dalam botol dan dibuka hanya saat hendak dikonsumsi. 

Namun, utamanya tetap lengkapi menu harian dengan vitamin, mineral, serta antioksidan. Karena ketiganya juga berpotensi untuk dapat meningkatkan sistem imun (immune booster).

Kerja sistem imun dalam sistem pencernaan

sistem kekebalan tubuh

Ada beragam sel yang berperan dalam sistem imun  dalam tubuh, mulai dari limfosit, sel T, natural killer cell, dan lainnya. Ada banyak organ yang juga berperan penting dalam pembentukan sistem imun, seperti kelenjar timus, sumsum tulang belakang, termasuk saluran pencernaan.

Semuanya bekerja sama dan berperan penting untuk menghasilkan sel-sel sistem imun. Ibarat perang melawan virus, tubuh memiliki banyak pion dengan perannya masing-masing.

Terkait dengan sistem imun dan pencernaan, kita juga perlu mengetahui seluk-beluknya. Bagian saluran pencernaan dimulai dari mulut hingga anus. Masing-masing organ memiliki peran tersendiri yang tidak terpisahkan.

Usus sebagai organ sistem pencernaan berperan besar terhadap sistem imun. Usus memiliki dinding yang dipenuhi vili atau serabut-serabut halus, seperti permukaan handuk. Di antara vili-vili itu terdapat mukus atau lendir yang menjadi bagian mekanisme sistem pertahanan tubuh juga.

Vili-vili itu menjadi tempat hidupnya bakteri baik yang dinamakan mikroflora normal usus atau probiotik. Bakteri baik bekerja dan mendukung sistem imun dalam melawan virus atau bakteri jahat. Ketika bakteri baik berperan optimal, tentunya berdampak pada sistem imun yang baik. Begitu pula sebaliknya, jika bakteri dalam pencernaan tidak optimal, maka sistem imun bisa menurun.

Kesehatan pencernaan perlu dijaga melalui asupan probiotik dari makanan yang difermentasi. Misalnya, tempe, kimchi, miso, tape, yoghurt, dan lainnya. Semua makanan ini dapat meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam usus. Makanan mengandung probiotik diperlukan agar bakteri baik tersebut bisa mendukung daya tahan tubuh di situasi new normal.

Penambahan imunonutrien pada saat sakit di masa new normal

makanan cair untuk orang sakit

Daya tahan tubuh yang menurun membuat seseorang menjadi mudah terinfeksi penyakit. Saat terinfeksi, metabolisme tubuh meningkat, sehingga tubuh membutuhkan lebih banyak kalori. Agar proses pemulihan tubuh bisa berlangsung optimal, Anda juga dapat mengonsumsi makanan cair yang dirancang dengan tambahan nutrisi khusus dan lengkap.

Untuk meningkatkan respons imun tubuh (imunostimulan), dapat diperoleh dari mengonsumsi makanan cair yang diperkaya dengan Eicosapentaenoic acid (EPA) atau asam lemak omega-3 yang diperoleh dari minyak ikan. Menurut jurnal Prostaglandins, Leukotrienes And Essential Fatty Acids, konsumsi makanan cair dapat membantu mengaktifkan antibodi dan membunuh sel-sel penyebab infeksi. Konsumsi EPA bantu pemulihan tubuh dalam memerangi infeksi.

Di samping itu, ketika Anda sedang tidak nafsu makan, penambahan nutrisi melalui makanan cair dapat bantu memasok kalori. Ketika kalori tercukupi, tentunya membantu tubuh dalam melawan penyakit.

Jangan lupa untuk mengutamakan gizi seimbang di samping penambahan asupan makanan cair. Kalori dan beragam nutrisi ini dibutuhkan tubuh dalam proses penyembuhan.

Hal lain yang bisa dilakukan untuk mendukung daya tahan tubuh

yoga untuk migrain

Selain mengonsumsi nutrisi penting untuk mencegah risiko penularan COVID-19, Jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Utamanya dengan memperhatikan perilaku hidup bersih. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

Jangan lupa saat pergi keluar rumah, tetap memakai masker, jaga jarak, menghindari kerumunan, serta lakukan physical distancing. Semuanya ini penting, tetapi tubuh akan lebih diperkuat lagi ketika kita menutrisi tubuh dengan asupan yang tepat.

Tak hanya itu, tips praktis lainnya bisa Anda lakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh untuk menangkal COVID-19.

1. Konsumsi makanan dengan gizi lengkap dan seimbang

Selalu ingat untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan cakupan makronutrien dan mikronutrien, sehingga tubuh selalu mendapatkan nutrisi optimal. Selain mengikuti pedoman Isi Piringku, jangan lupa untuk membuat isi piring Anda menjadi berwarna-warni dengan beragam sayuran dan buah-buahan. Usahakan makan dengan menu berbeda pada setiap jam makan. Ragam nutrisi yang masuk ke dalam tubuh dapat melengkapi satu sama lain. Anda juga bisa menambahkan protein ke dalam menu makanan untuk membangun pertahanan tubuh serta meminimalkan risiko infeksi COVID-19.

Pemenuhan nutrisi tetap diperlukan meskipun kita dalam kondisi sehat atau sakit. Jika dalam kondisi sakit dan nafsu makan menjadi berkurang, Anda juga bisa mengonsumsi makanan cair yang difortifikasi dengan gizi lengkap dan seimbang. 

2. Berjemur

Selain nutrisi untuk perkuat daya tahan tubuh dalam mencegah infeksi COVID-19, Anda pun boleh berjemur di bawah sinar matahari untuk mendukung kesehatan tubuh. Berjemur cukup 30 menit setiap pagi hari.

Sinar matahari dapat membantu aktivasi vitamin D dan penyerapan kalsium untuk dukung pembentukan tulang dan hormon. Vitamin D bekerja secara holistik atau menyeluruh (tidak bekerja spesifik) di dalam tubuh, termasuk mendukung kerja organ yang menghasilkan sel imun dalam menangkal penyakit.

3. Olahraga

Berolahragalah dengan intensitas rendah atau sedang. Misalnya, jalan kaki, joging, bersepeda, atau yoga. Menjaga aktivitas fisik setidaknya 30 menit setiap hari dapat dukung daya tahan tubuh Anda bekerja optimal. Bisa juga berolahraga di garasi dan membiarkan sinar matahari menyinari Anda di pagi hari. Dengan demikian, tubuh dapat dua manfaat sekaligus, asupan vitamin D dari matahari dan dari aktivitas fisik.

4. Tetap bahagia 

Kesehatan mental tetap penting untuk dijaga. Meskipun kaitannya secara tidak langsung terhadap sistem imun, penting untuk membuat diri sendiri bahagia. Ketika kita stres dan depresi, imunitas bisa saja menurun dan memengaruhi kesehatan kita.

Maka itu, buat diri lebih bahagia. Misalnya, tetap mengobrol dengan keluarga atau teman dekat, menonaktifkan media sosial untuk menjauhi hoaks atau berita yang mungkin bisa berdampak pada emosi kita, mendengarkan musik kesukaan, atau lakukan hobi.

Cukup tidur juga membantu meredakan stres. Jaga waktu dan kualitas tidur, agar sel-sel tubuh yang rusak dapat memulih, sehingga imunitas terjaga dengan baik dalam memerangi infeksi penyakit.

Yuk, rawat dan jaga tubuh kita di tengah masa new normal. Perhatikan berbagai asupan nutrisi penting, lakukan protokol kesehatan, serta tips lainnya untuk mendukung imunitas tubuh sebagai benteng pertahanan kesehatan diri. 

The post Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal appeared first on Hello Sehat.

Perilaku Salah Berikut ini Memicu Kejadian Stunting Cukup Besar!

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, angka stunting di Indonesia mulai turun, dari 37% (Riskesdas 2013) menjadi 30,8%. Ini sejalan dengan SSGBI (Survei Status Gizi Balita Indonesia) 2019, yang menemukan angka stunting sebesar 27,7%. Meski angka stunting mulai turun, tetap saja berarti 3 dari 10 balita Indonesia menderita stunting.

Buku yang diterbitkan oleh World Bank, Aiming High: Indonesia’s Ambitions to Reduce Stunting memaparkan, bila kita tidak melakukan apa-apa, hingga tahun 2022 kita masih akan berkutat dengan angka stunting di kisaran 28%. Namun dengan strategi yang baik, angka stunting bisa ditekan hingga <22% pada 2022. Perlu upaya keras agar target pemerintah menurunkan angka stunting <20% pada 2024 bisa tercapai.

Dijelasakan oleh Widodo Suhartoyo, Senior Technical and Liasion Adviser Early Childhood Education and Development Tanoto Foundation, 70% penyebab stunting disebabkan oleh hal-hal di luar kesehatan dan gizi. Termasuk di antaranya sanitasi, lingkungan, perilaku. Secara spesifik, 30% permasalahan stunting disebabkan oleh perilaku yang salah. “Karenanya, perubahan perilaku menjadi hal yang sangat penting dalam upaya pencegahan stunting,” ujarnya. Apa saja contoh perilaku yang salah?

Baca juga: 5 Faktor Penyebab Stunting pada Balita

Perilaku yang Salah menjadi Penyebab Stunting

Perilaku masyarakat yang bisa memicu terjadinya stunting misalnya perilaku yang kurang baik dalam pola hidup, pola makan, dan pola pengasuhan anak. Dijelaskan pakar nutrisi, Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, “Stunting adalah kondisi yang terjadi akibat kekurangan gizi kronis secara akumulatif. Bukanlah kasus akut, melainkan keadaan yang terjadi sedikit demi sedikit, secara akumulatif.”

Stunting adalah gagal tumbuh dan gagal kembang. Anak pendek belum tentu stunting, tapi salah satu indikator stunting adalah pendek. “Stunting bukan melulu soal tinggi badan yang tidak tercapai. Lebih jauh lagi, kondisi ini akan menentukan kualitas-kualitas anak di kemudian hari,” lanjut Rita.

Ia memaparkan, stunting berkembang selama 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Kondisi pada ibu hamil akan memengaruhi kondisi ibu saat melahirkan nanti, yang akan memengaruhi kondisi bayi usia 0-6 bulan, 7-11 bulan, lalu 12-24 bulan. “Perjalanan inilah yang terjadinya stunting. Kita tidak boleh absen memerhatikan gizi dalam 5 kelompok tadi,”ujarnya.

Rita menyayangkan, banyak perilaku selama 1000 HPK yang meningkatkan kerentanan terjadinya stunting. Perilaku yang salah kerap ditemui pada ibu hamil hingga ibu dengan anak di bawah 2 tahun.

Baca juga: Mums Perlu Tahu, Begini Cara Tepat Cegah Stunting

Ibu Hamil

  • Masih banyak ibu hamil yang tidak paham soal stunting, dan tidak meyakini bahwa stunting bisa terjadi akibat pola makan yang salah, sehingga ia tidak melakukan pencegahan sejak awal.
  • Sebagian ibu merasa bahwa kehamilan adalah kondisi biasa saja, jadi tidak memperbaiki pola makannya.
  • Menganggap bahwa makan saat hamil diperuntukkan bagi dua orang. Akibatnya, hanya porsi nasi yang ditambah, agar kenyang.
  • Menganut mitos untuk menghindari daging merah, makanan laut, dan kacang-kacangan, yang akhirnya membuat ibu hamil kekurangan protein,” paparnya.

Melahirkan dan memberikan ASI

  • Masih banyak ibu yang tidak melakukan IMD (inisiasi menyusui dini), atau melakukan tapi caranya salah. Bayi hanya diletakkan di area puting susu ibu, dan dianggap selesai.
  • Saat bayi berusia 0-6 bulan, tantangannya berbeda lagi. Masih banyak ibu yang tidak memberikan kolostrum atau ASI pertama.
  • Sebagian ibu masih menganggap bahwa ASI adalah minuman dan bukan makanan, sehingga bayi harus diberi makanan lain agar kenyang.
  • Banyak pula ibu yang tidak mengerti arti tangisan bayinya sendiri. Tiap kali bayi menangis dianggap kelaparan. Begitu bayi menangis tapi ASI sudah habis, dianggapnya bayi masih lapar sehingga diberi makanan/minuman lain.
  • ibu sering tidak memiliki praktik menyusui yang baik, sehingga puting menjadi luka.

Usia 7-11 bulan (MPASI)

  • Sering kali ibu hanya berpatokan pada gigi bayi, bukan usianya. Ketika bayi belum punya gigi, MPASI yang diberikan hanya air saja, dan begitu giginya sudah tumbuh, diberi makanan padat.
  • Ibu juga tidak mengerti mengenai menu MPASI 4 bintang.

Usia 12-24 bulan (anak mulai ilih-pilih makanan)

  • Saat si Kecil mulai menunjukkan gejala pilih-pilih makanan, atau tidak mau makan., sebagian orang tua menganggap ini hal yang biasa dan akan berlalu dengan sendirinya, sehingga tidak melakukan apapun untuk memperbaikinya.
  • Ibu tidak berani memberi makanan di luar kebiasaan sehari-hari. Sebagian ibu masih menganggap bahwa makan = nasi. Alhasil, porsi nasi sangat banyak sehingga anak kenyang, tapi tidak mendapat cukup protein. Padahal protein adalah zat gizi penting untuk pencegahan stunting.

Baca juga: Selain Kurang Gizi, Sanitasi Buruk Memicu Stunting

Rita menekankan pentingnya konseling, untuk membantu orang tua mengenali masalah yang ada. “Kita bantu orang tua memahami bahwa perilaku itu masalah. Lalu kita bantu carikan solusi untuk menyelesaikan masalah,” jelasnya. Masalah yang sama bisa memiliki solusi berbeda untuk tiap orang tua. “Pendekatannya adalah empati,” tandas Rita.

Sementara Drg. Marlini Ginting selaku Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementrian Kesehatan RI menjelaskan, komunikasi perubahan perilaku masuk dalam 5 pilar percepatan pencegahan stunting. Selain Kementrian Kesehatan, pilar kedua ini juga dilakukan bersama dengan Kementrian Informasi.

“Yang kita bangun adalah kesadaran masyarakat sehingga mereka akan melakukan perilaku yang kita harapkan. Di sisi perilaku, akses informasi masyarakat belum banyak,” kata Marlina.

Ia menambahkan, selain kampanye perubahan perilaku, yang jadi fokus petugas kesehatan atau kader agar memiliki kapasitas untuk menyampaikan komunikasi. “Diharapkan para kader ini memahami masyarakatnya, sejauh mana mereka belum melakukan perilaku yang diharapkan. Jadi, tidak sekadar menyampaikan,” katanya.

Untuk pencegahan stunting, diperlukan strategi nasional dan bermuatan lokal. Advokasi juga harus dilakukan jangka panjang atau berkelanjutan. Dimulai dari masa remaja, persiapan perkawinan, sampai sebelum kehamilan. Kementrian Kesehatan menargetkan tahun 2024 semua kabupaten dan kota sudah melakukan kampanye pencegahan stunting.

Baca juga: Stunting Jadi Salah Satu Fokus Perhatian dalam Pidato Visi Jokowi

Sumber:

Seminar webinar “Peran Komunikasi Perubahan Perilaku demi Pencegahan Stunting” Tanoto Foundation, 29 Juli 2020.

Ini Tips Tidak Gampang Sakit dan Berisiko Tertular COVID-19 saat New Normal

Selama tidak ada vaksin yang ditemukan mencegah penularan virus COVID-19, Anda harus melanjutkan berbagai pencegahan agar tidak mudah sakit dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan baru ini dikenal dengan nama normal baru.

Virus COVID-19 sangat berbahaya ketika ditularkan ke orang yang sakit atau memiliki kondisi kesehatan tertentu. Untuk alasan ini, pertimbangkan penjelasan berikut agar aman selama pandemi ini.

Bagaimana melindungi diri Anda di masa depan normal baru jadi tidak mudah sakit

WHO mengatakan bahwa untuk melindungi diri dari penyebaran COVID-19 dari waktu ke waktu normal baru Anda dapat melakukan tindakan pencegahan sederhana, seperti rutin bersihkan tangan Anda sampai bersih gunakan air dan sabun atau pembersih tangan berbasis alkohol, mjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain, dan Mhindari pergi ke tempat-tempat ramai.

Pada dasarnya, selama ini sistem imun juga telah melindungi tubuh dari penyakit. Namun, agar sistem kekebalan tubuh bekerja secara optimal, ia harus didukung oleh gaya hidup dan asupan yang seimbang.

SEBUAH Studi tahun 2016 meneliti respon imun 210 orang yang berusia 8 hingga 82 tahun yang menentukan bahwa faktor genetik memiliki peran. Namun, kekuatan sistem kekebalan tubuh sangat ditentukan oleh faktor-faktor non-genetik.

Faktor non-genetik yang dimaksud adalah hal-hal yang mungkin dilakukan secara alami atau tidak sadar. Berikut ini adalah:

Perhatikan dan kontrol asupan makanan

Pelaporan dari ClevelandClinic.org, Dr. Sandra Darling mengatakan cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit, hampir sama dengan langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus COVID-19.

Selain itu, ia percaya bahwa makanan juga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Berikut adalah beberapa rekomendasi untuk memilih makanan yang baik untuk ketahanan:

  • Bawang putih: Konten dalam bawang putih disebut Allicin telah dikenal untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Prebiotik: Bakteri baik di saluran pencernaan melindungi tubuh terhadap infeksi. Prebiotik dibutuhkan untuk mempertahankan pertumbuhannya.
  • Vitamin C: Dikenal meningkatkan kekebalan tubuh. Buah-buahan seperti jeruk, kiwi, dan sayuran seperti brokoli adalah beberapa sumber vitamin C terbaik.

Tidak hanya diet, gaya hidup juga harus dijaga

Stres adalah faktor utama yang menyebabkan kualitas hidup menurun sehingga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Untuk lindungi diri Anda dari stres dan agar Anda tidak mudah sakit, mendukung gaya hidup sehat dan teratur seperti:

  • Tidur setidaknya tujuh hingga delapan jam setiap malam
  • Meditasi dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi kecemasan bahkan hanya dengan 5 menit sehari.
  • Olahraga dan menjadi aktif secara fisik membuat fungsi tubuh lebih baik sehingga dapat melawan berbagai infeksi.

Lakukan olahraga minimal 10 menit per hari. Selain itu, Anda disarankan untuk melakukan kombinasi latihan kardio dan latihan kekuatan (daya tahan) selama 30 menit sehari.

Bantu meningkatkan daya tahan dengan alami

Terkadang makanan saja tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian seseorang. Di sinilah peran penting suplemen diperlukan.

Ada berbagai jenis suplemen alami yang bisa Anda dapatkan dengan mudah. Salah satu bahan alami yang cukup menarik adalah cordyceps militaris.

Ramuan herbal yang satu ini sedang dipelajari oleh pemerintah Indonesia dalam potensinya untuk mencegah infeksi dan memperburuk penyakit COVID-19, baik melalui resistensi terhadap virus dan upaya untuk menekan aktivitas berlebihan sistem kekebalan dalam perannya sebagai anti-inflamasi.

Bagi mereka yang tidak terbiasa dengan bahan alami ini, cordyceps militaris adalah jamur yang digunakan untuk membantu berbagai kondisi kesehatan. Salah satunya adalah daya tahan.

Cara melindungi diri dari berbagai virus, terutama COVID-19 perlu dilakukan agar tidak mudah terkena penyakit. Memperbaiki dan meningkatkan gaya hidup termasuk diet dan suplemen adalah hal yang perlu dipertimbangkan untuk menjadi bagian darinya normal baru.

Posting Tips ini tidak mudah sakit dan berisiko tertular COVID-19 ketika New Normal muncul pertama kali di Hello Sehat.

Ada Bercak Darah Saat Tidak Sedang Haid? Ini Penyebabnya

Sebagian besar wanita pasti akan panik ketika mereka melihat bercak darah meskipun dia tidak sedang menstruasi. Mengapa bercak darah bisa ada di sana? Apakah terjadi sesuatu dengan organ reproduksi Anda? Berikut adalah beberapa penyebab munculnya bercak darah saat tidak menstruasi.

Penyebab bercak darah saat tidak menstruasi

1. Penggunaan kontrasepsi

Bercak biasanya normal untuk kontrasepsi selama 3 bulan pertama. Penggunaan jenis kontrasepsi tertentu bahkan memicu bercak darah. Salah satu perubahan dalam penggunaan pil kontrasepsi. Mengubah jenis pil KB yang digunakan dapat berdampak pada dinding rahim Anda. Situasi ini memicu bercak darah.

2. Ovulasi dan kehamilan

Pada beberapa wanita, bercak darah biasanya muncul bersamaan dengan ovulasi sekitar 1 minggu sebelum siklus menstruasi. Munculnya bercak darah biasanya diikuti dengan timbulnya rasa sakit. Sedangkan bercak darah yang terjadi pada tahap awal kehamilan, terjadi setelah sekitar 1 minggu setelah sel telur dibuahi. Telur akan menempel pada dinding rahim dan menyebabkan pendarahan implantasi.

3. Stres

Stres ternyata mampu melepaskan hormon kortisol dan akhirnya mengurangi kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh Anda. Kondisi ini kemudian mengganggu siklus menstruasi Anda dan kemudian menyebabkan bercak darah sekitar seminggu sebelum siklus menstruasi normal Anda dimulai.

4. Cedera fisik

Hubungan seksual terkadang dapat menyebabkan bercak darah jika penetrasi terlalu dalam. Ini karena iritasi pada vagina dan leher rahim. Kasus ini juga sering ditemukan pada wanita yang mendekati masa menopause mereka. Ini karena kekeringan vagina mendekati menopause.

5. Fibroid uterus

Fibroid uterus adalah abnormal, tetapi jinak, pertumbuhan sel yang terjadi di rahim Anda. Anda tidak perlu khawatir tentang kondisi ini, kecuali jika itu mengganggu kegiatan sehari-hari Anda. Fibroid uterus sering terjadi pada wanita berusia 30 hingga 40 tahun.

Apa bercak darah yang harus Anda miliki?

Bintik-bintik darah selama menstruasi harus mendapatkan perhatian Anda, bahkan Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter, jika darah bercak:

  • Merupakan pendarahan vagina yang tidak berhenti sampai lebih dari 3 hari.
  • Bercak darah ringan tetapi terjadi setiap kali siklus menstruasi Anda akan dimulai.
  • Pendarahan hebat itu terjadi setelah hubungan intim.
  • Pendarahan vagina yang terjadi setelah melewati menopause.
  • Pendarahan diikuti oleh gejala lain seperti rasa sakit.
  • Pendarahan vagina yang terjadi selama kehamilan.
  • Pembengkakan panggul. Pembengkakan atau infeksi yang dapat terjadi di rahim, saluran tuba atau ovarium. Pembengkakan ini biasanya disebabkan oleh bakteri seperti gonore dan klamidia. Jika tidak diobati, infeksi ini dapat melukai jaringan panggul dan berpotensi menyebabkan infertilitas.

Posnya Apakah ada noda darah saat tidak menstruasi? Inilah alasan mengapa ini muncul pertama kali di Hello Healthy.

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Anda harus berhati-hati dalam memilih wadah plastik yang akan Anda beli atau gunakan, karena tidak semua wadah plastik adalah tempat yang baik untuk menyimpan makanan. Beberapa di antaranya, bahkan bisa membuat makanan atau minuman Anda terkontaminasi dengan bahan kimia yang terkandung di dalamnya. Lalu bagaimana menemukan wadah yang tepat dan sehat untuk menyimpan makanan atau minuman?

Berbagai kode pada wadah plastik untuk makanan dan minuman

Saat Anda membeli wadah plastik untuk makanan atau minuman, pastikan bahwa wadah tersebut termasuk dalam kategori tersebut kualitas makanan. Wadah berlabel kualitas makanan diartikan sebagai wadah yang aman untuk digunakan sebagai tempat menyimpan makanan atau minuman. Setiap wadah plastik memiliki kode sendiri dan kode ini dapat membantu Anda menentukan apakah wadah tersebut baik atau berisiko bagi kesehatan.

Kode terdiri dari angka 1-7 dan biasanya ditemukan di bagian bawah wadah plastik. Berikut adalah kode dalam wadah makanan:

Kode 1

Jenis plastik yang membentuk wadah ini disebut polyethethylene tereflalat (PET). Wadah dengan kode 1 memiliki sifat seperti, jernih, kuat, kedap terhadap gas dan air, tetapi tidak tahan panas ketika suhu mencapai 80 derajat Celcius. Anda dapat menemukan kode ini pada botol kemasan, kaleng minuman, botol saus kedelai atau saus cabai.

Kode 2

Terbuat dari jenis plastik polietilen kepadatan tinggi (HDPE) dan biasanya digunakan untuk botol susu cair atau jus, dan tutup plastik pada kemasan makanan. Wadah jenis ini akan melunak pada suhu 75 derajat Celcius.

Kode 3

Wadah ini terdiri dari plastik jenis polivinil klorida (PVC) yang kuat, keras, dan tidak tahan bila dipanaskan pada suhu 80 derajat Celcius. Penggunaan wadah jenis ini biasanya untuk minyak sayur, kecap, kemasan minuman, dan beberapa bungkus makanan.

Kode 4

Wadah kode 4 ini terdiri dari polietilen densitas rendah yang biasanya digunakan untuk wadah yogurt dan kantong makanan segar.

kode wadah plastik untuk makanan

Kode 5

Wadah kode 5 terbuat dari jenis polypropylene yang keras namun fleksibel. Juga tahan terhadap suhu panas makanan, minyak panas, dan bisa bertahan jika dipanaskan hingga suhu 140 derajat Celcius. Biasanya botol bayi terbuat dari jenis plastik ini dan dianggap aman.

Kode 6

Sterofoam adalah contoh wadah makanan yang memiliki kode 6. Wadah ini terbuat dari polystyrene dan tidak tahan suhu panas. Selain sterofoam, wadah makanan siap saji, gelas sekali pakai juga biasanya memiliki kode.

Kode 7

Wadah dengan kode 7 terbuat dari berbagai jenis plastik yang belum disebutkan atau campuran dari beberapa jenis.

Lalu, wadah plastik mana yang paling baik untuk digunakan?

Anda harus menghindari menggunakan wadah berlabel 3, 6 dan 7. Sementara wadah yang memiliki kode 1, 2, 4, dan 5 adalah wadah yang aman untuk digunakan dalam menyimpan makanan dan minuman.

Selain itu, dalam penggunaan wadah plastik, Anda harus memperhatikan beberapa hal agar makanan Anda selalu sehat dan terawat, seperti:

  • Hindari menggunakan wadah yang memiliki kode 7 atau PC berlabel (plastik polikarbonat).
  • Sebisa mungkin hindari produk yang terbuat dari plastik yang memiliki kode 3.
  • Jangan gunakan wadah plastik – dengan label atau kode apa pun – sebagai tempat memanaskan makanan dalam microwave. Ini untuk menghindari kontaminasi bahan kimia yang mungkin terjadi ketika wadah dipanaskan.
  • Meskipun produk wadah plastik mengklaim bahwa produk tersebut dapat digunakan sebagai wadah saat memanaskan makanan, jangan percaya sepenuhnya. Karena kontaminasi masih bisa terjadi, terutama jika makanan Anda mengandung banyak lemak.
  • Penggunaan wadah plastik berkode 1 hanya boleh digunakan sekali, karena penggunaan lebih dari satu kali dapat meningkatkan risiko kontaminasi.

Posting Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman untuk Kesehatan? Cari Tahu Melalui Kode Ini muncul pertama kali di Hello Sehat.

COVID-19 Bisa Menular Lewat Toilet Umum, Ini Cara Menghindarinya

Baca semua artikel tentang Coronavirus (COVID-19) di sini.

Toilet umum adalah salah satu tempat paling potensial untuk menyebarkan COVID-19. Penularan tidak hanya berasal dari virus yang menempel pada pintu dan bilik, tetapi juga cipratan air yang keluar dari toilet saat Anda menyiramnya. Inilah yang dilaporkan dalam studi terbaru yang diterbitkan oleh jurnal Fisika Cairan.

Para peneliti menemukan bahwa SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, dapat dibawa ke air toilet hingga ketinggian tertentu di udara. Jika tidak hati-hati, percikan api ini dapat memasuki saluran pernapasan. Seperti apa prosesnya dan bagaimana Anda bisa menghindarinya?

Virus COVID-19 dalam air toilet

dampak toilet kotor

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa COVID-19 memiliki potensi untuk menyebar melalui kotoran orang yang terinfeksi. Kemungkinannya memang kecil dan belum ada laporan terkait hal ini, tetapi itu tidak berarti harus diabaikan.

Penularan COVID-19 melalui feses kemungkinan besar terjadi di ruang terbuka, terutama toilet umum. Untuk melihat seberapa besar risikonya, beberapa peneliti dari Institut Fisika Amerika juga membuat model prediksi dengan perhitungan komputer.

Ketika orang yang positif buang air besar COVID-19, virus dari kotorannya akan bercampur dengan air toilet. Model prediksi menunjukkan bahwa jika seorang pasien secara positif menyiram toilet tanpa ditutup, ia berpotensi untuk mengeluarkan cipratan air yang mengandung virus ke udara.

Air di toilet membentuk pusaran saat dibilas. Ketika vortex terjadi, air akan bertabrakan satu sama lain dan menghasilkan percikan air yang sangat halus (aerosol). Aerosol dapat mengandung coronavirus, kemudian dihirup atau melekat pada benda-benda di sekitarnya.

Seperti kabut, aerosol dapat mengapung berjam-jam di udara karena ukurannya jauh lebih kecil daripada percikan air biasa. Aerosol dari toilet flush juga dapat mencapai ketinggian satu meter, bahkan lebih pada toilet jenis tertentu.

Perbarui Total Distribusi COVID-19
Negara: Indonesia<! – : ->

Data Harian

64.958

Dikonfirmasi

<! –

->

29.919

Lekas ​​sembuh

<! –

->

3,241

Mati

<! –

->

Peta Diseminasi

<! –

->

COVID-19 pada dasarnya ditransmisikan tetesan kecil (percikan cairan yang keluar ketika pasien batuk, berbicara, atau bersin). Bahaya penularan melalui aerosol memang ada, tetapi para ahli hanya menemukannya di rumah sakit.

Tetesan kecil dapat diubah menjadi aerosol ketika dokter melakukan perawatan pada pasien dengan COVID-19 yang mengalami gagal napas. Prosedur ini dapat mengubah cairan pernapasan pasien menjadi aerosol sehingga tenaga medis berisiko tertular.

Mekanisme serupa juga dapat terjadi ketika Anda menggunakan toilet. Inilah sebabnya mengapa Anda harus waspada ketika menggunakan fasilitas bersama seperti toilet umum. Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir karena ada cara sederhana untuk mencegahnya.

Haruskah Anda berhenti menggunakan toilet umum?

gunakan toilet umum

Meskipun risikonya nyata, perlu diingat bahwa para peneliti & # 39; Temuan adalah hasil simulasi. Mereka belum melakukan pengamatan nyata dengan orang-orang dan penggunaan toilet nyata.

Ketika merujuk pada penelitian, sekarang seharusnya ada banyak orang yang telah mengontrak COVID-19 dari menggunakan toilet. Toilet umum harus menjadi salah satu sumber utama transmisi COVID-19.

Berita baiknya adalah bahwa belum ada laporan transmisi COVID-19 melalui aerosol toilet. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), belum ada penelitian yang dapat memastikan risikonya.

Metode utama transmisi COVID-19 masih dilakukan tetesan kecil dari pasien positif yang batuk atau bersin. Karena itu, cara utama pencegahan juga tetap ada jarak fisik.

Penyebaran virus COVID-19 bisa diduga terjadi melalui pipa toilet

Mencegah penularan coronavirus dari toilet umum

terkena penyakit kelamin dari kursi toilet

Risiko penularan COVID-19 melalui toilet aerosol sangat kecil, tetapi itu tidak berarti toilet umum adalah tempat yang aman. Aerosol yang mengandung coronavirus masih bisa melekat pada dudukan toilet, faucet, gagang pintu, dan lainnya.

Coronavirus di permukaan benda bisa bertahan berjam-jam. Anda berisiko terinfeksi jika menyentuhnya, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan.

Dalam penelitian itu, cara paling efektif untuk mencegah penyebaran aerosol adalah dengan menutup toilet saat menyiramnya. Masalahnya, masih banyak toilet yang tidak dilengkapi penutup.

Toilet di Amerika Serikat sering tidak memiliki tutup toilet. Sementara di Indonesia, sebagian besar toilet umum menggunakan toilet jongkok yang juga tidak memiliki penutup. Aerosol dan cipratan air dapat menempel di setiap sudut toilet.

Untuk mencegah penularan COVID-19 di toilet umum, pastikan Anda memperhatikan hal-hal berikut:

  • Cuci tangan Anda setelah setiap toilet
  • Membawa pembersih tangan atau tisu pembersih khusus
  • Jangan menyentuh benda yang tidak perlu
  • Jangan menyentuh mata, hidung dan mulut sebelum mencuci tangan
  • Jaga jarak Anda dari orang lain saat mengantri

Hasil penelitian menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 dapat menyebar melalui aerosol toilet. Namun, Anda tidak perlu panik karena risikonya sangat kecil. Anda masih dapat menggunakan toilet umum dengan aman selama Anda mengikuti langkah pencegahan.

(fungsi () {
window.mc4wp = window.mc4wp || {
pendengar: [],
formulir: {
pada: function (evt, cb) {
window.mc4wp.listeners.push (
{
acara: evt,
panggilan balik: cb
}
);
}
}
}
}) ();

#mc_embed_signup> div {
max-width: 350px; latar belakang: # c9e5ff; border-radius: 6px; padding: 13px;
}
#mc_embed_signup> div> p {
tinggi garis: 1.17; ukuran font: 24px; warna: # 284a75; font-weight: bold; margin: 0 0 10px 0; spasi huruf: -1.3px;
}
#mc_embed_signup> div> div: nth-of-type (1n) {
max-lebar: 280px; warna: # 284a75; ukuran font: 12px; tinggi garis: 1.67;
}
#mc_embed_signup> div> div: nth-of-type (2n) {
margin: 10px 0px; display: flex; margin-bottom: 5px
}
#mc_embed_signup> div> div: nth-of-type (3n) {
ukuran font: 8px; garis-tinggi: 1.65; margin-top: 10px;
}
#mc_embed_signup> input div[type=”email”] {
ukuran font: 13px; max-width: 240px; fleksibel: 1; padding: 0 12px; min-height: 36px; perbatasan: tidak ada; bayangan kotak: tidak ada; perbatasan: tidak ada; garis besar: tidak ada; batas-radius: 0; min-height: 36px; perbatasan: 1px solid #fff; border-right: tidak ada; batas-kanan-atas-jari-jari: 0; batas-bawah-kanan-jari-jari: 0; border-top-left-radius: 8px; batas-bawah-kiri-jari-jari: 8px;
}
#mc_embed_signup> input div[type=”submit”] {
ukuran font: 11px; spasi huruf: normal; padding: 12px 20px; font-berat: 600; penampilan: tidak ada; garis besar: tidak ada; warna latar: # 284a75; warna putih; bayangan kotak: tidak ada; perbatasan: tidak ada; garis besar: tidak ada; batas-radius: 0; min-height: 36px; border-top-right-radius: 8px; batas-bawah-kanan-jari-jari: 8px;
}
.category-templat-kategori – covid-19-php #mc_embed_signup .mc_signup_title,
.category-templat-kategori – covid-19-php #mc_embed_signup .mc_signup_description,
.category-templat-kategori – covid-19-php #mc_embed_signup .mc_signup_tnc {
display: tidak ada;
}
.category-templat-kategori – covid-19-php .mc4wp-response {
ukuran font: 15px;
garis-tinggi: 26px;
spasi huruf: -.07px;
warna: # 284a75;
}
.category-template-kategori – covid-19-php .myth-busted .mc4wp-response,
.category-template-kategori – covid-19-php .myth-busted #mc_embed_signup> div {
margin: 0 30px;
}
.category-templat-kategori – covid-19-php .mc4wp-form {
margin-bottom: 20px;
}
.category-templat-kategori – covid-19-php #mc_embed_signup> div> .field-kirim,
.category-templat-kategori – covid-19-php #mc_embed_signup> div {
max-width: unset;
padding: 0px;
}

.category-templat-kategori – covid-19-php #mc_embed_signup> input div[type=”email”] {
-ms-flex-positive: 1;
flex-grow: 1;
border-top-left-radius: 8px;
batas-bawah-kiri-jari-jari: 8px;
batas-kanan-atas-jari-jari: 0;
batas-bawah-kanan-jari-jari: 0;
padding: 6px 23px 8px;
perbatasan: tidak ada;
lebar maks: 500px;
}

.category-templat-kategori – covid-19-php #mc_embed_signup> input div[type=”submit”] {
perbatasan: tidak ada;
batas-radius: 0;
border-top-right-radius: 0px;
batas-bawah-kanan-jari-jari: 0px;
latar belakang: # 284a75;
bayangan kotak: tidak ada;
warna: #fff;
border-top-right-radius: 8px;
batas-bawah-kanan-jari-jari: 8px;
ukuran font: 15px;
font-berat: 700;
text-shadow: tidak ada;
padding: 5px 30px;
}

label form.mc4wp-form {
display: tidak ada;
}

Bantu dokter dan tenaga medis lainnya mendapatkan peralatan pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan menyumbang melalui tautan berikut.

Posting COVID-19 dapat ditransmisikan melalui toilet umum, ini adalah cara untuk menghindari muncul pertama kali di Hello Sehat.

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja malam Anda. Tidak hanya untuk anak kecil, mimpi buruk juga bisa terjadi pada orang dewasa di segala usia. Bahkan, satu dari setiap dua orang dewasa dapat mengalami mimpi buruk. Mimpi buruk mungkin tidak menjadi masalah jika Anda bisa segera melupakannya. Tetapi bagaimana jika mimpi buruk menghantui hari-hari Anda? Ini tentu sangat menyebalkan. Lalu, bagaimana cara mengatasi mimpi buruk?

Apa yang menyebabkan mimpi buruk?

Sebelum Anda memahami cara menghadapi mimpi buruk, ada baiknya Anda ketahui terlebih dahulu apa itu mimpi buruk dan penyebabnya. Jika Anda sudah tahu penyebabnya, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengatasi mimpi buruk.

Mimpi buruk dapat membuat Anda bangun dari tidur lelap Anda. Pada saat ini, Anda mungkin merasa jantung Anda berdebar dan ketakutan. Biasanya mimpi buruk terjadi selama fase tidur Rapid Eye Movement (REM), di mana sebagian besar mimpi terjadi.

Mimpi buruk biasanya terjadi secara spontan. Anda tidak dapat memilih apa yang akan diimpikan malam ini. Penyebab mimpi buruk bisa dari berbagai faktor dan gangguan. Beberapa hal yang dapat menyebabkan mimpi buruk adalah:

  • Makan sebelum tidur, ini bisa meningkatkan metabolisme dan sinyal otak lebih aktif sehingga Anda bisa mengalami mimpi buruk.
  • Beberapa obat, seperti obat yang mempengaruhi otak atau obat non-psikologis, juga sering dikaitkan dengan mimpi buruk.
  • Kurang tidur juga bisa menyebabkan Anda mengalami mimpi buruk.
  • Masalah tidur juga dapat menyebabkan mimpi buruk, seperti sleep apnea dan sindrom kaki gelisah (sindrom kaki gelisah).
  • Masalah psikologis, seperti kecemasan dan depresi, dapat menyebabkan mimpi buruk. Gangguan stres pasca-trauma (PTSD) juga dapat menyebabkan Anda mengalami mimpi buruk berulang.

Bagaimana cara mengatasi mimpi buruk?

Ketika Anda bangun dari mimpi buruk, Anda mungkin merasa takut dan tidak tahu harus berbuat apa. Ketakutan dan panik saat bangun sebenarnya bisa membuat Anda merasa lebih buruk. Anda mungkin perlu melakukan yang berikut saat bangun dari mimpi buruk:

  • Tenangkan diri Anda terlebih dahulu, tarik napas dalam-dalam perlahan
  • Menyadari dan memahami bahwa itu hanya mimpi. Anda mungkin perlu berbicara pada diri sendiri bahwa apa yang Anda lihat tadi hanyalah mimpi. Sekarang, Anda berada di dunia nyata dan sedang tidur. Menyentuh dan melihat hal-hal di sekitar mungkin membantu.
  • Pastikan juga Anda aman sekarang. Anda dapat menyalakan lampu dan memeriksa kunci rumah atau berjalan untuk melihat situasi rumah Anda.
  • Cobalah untuk melihat dan menenangkan otot Anda. Otot-otot yang tegang adalah respons alami tubuh terhadap hal-hal buruk yang terjadi dalam mimpi.
  • Minum air putih dapat membantu Anda untuk tenang.
  • Jika Anda tidak dapat tertidur setelah mimpi buruk, Anda dapat melakukan hal lain yang membuat Anda melupakan mimpi itu. Lakukan aktivitas favorit Anda yang dapat menenangkan Anda, seperti membaca buku, mendengarkan musik, atau menonton televisi. Setelah Anda tenang, cobalah tidur lagi. Anda masih butuh waktu untuk istirahat.

Jika mimpi buruk yang terjadi tadi malam masih menghantui Anda untuk mengganggu hidup Anda, mungkin beberapa langkah yang bisa Anda lakukan.

  • Persiapkan diri Anda untuk tidur. Sebelum tidur, Anda mungkin memiliki hal-hal khusus yang perlu Anda lakukan untuk membuat tidur Anda tenang. Misalnya, Anda harus membersihkan diri, membaca doa, membaca buku, dan sebagainya. Setelah itu, tenangkan diri Anda, tarik napas dalam-dalam perlahan, lalu tertidur.
  • Cari tahu penyebab mimpi buruk itu. Mimpi buruk bisa terjadi karena ada pemicu. Mungkin ada sesuatu yang terjadi dalam hidup Anda yang dapat memicu mimpi buruk. Pikirkan tentang itu.
  • Tulis impian Anda. Tuliskan mimpi buruk yang telah menghantuimu sedetail mungkin. Namun, Anda perlu mengubah akhir dari mimpi buruk sesuai keinginan Anda, yang tentu saja menyenangkan Anda. Ingat kisah impian Anda, dan baca kisahnya setiap malam sebelum Anda tidur. Jika metode ini membantu Anda mengatasi mimpi buruk Anda, Anda dapat melanjutkan cara ini untuk mengatasi mimpi buruk Anda yang lain. Mungkin Anda perlu menuliskan masing-masing mimpi buruk Anda di buku harian Anda. Namun, jika Anda takut mengingat mimpi buruk Anda lagi, mungkin metode ini tidak tepat untuk Anda. Anda dapat memilih metode lain.
  • Ceritakan mimpimu dengan orang lain yang Anda percayai. Ini mungkin mengurangi rasa takut Anda.
  • Jika metode ini tidak memuaskan Anda, mungkin Anda perlu melakukannya bicarakan dengan dokter Anda.

BACA JUGA:

  • Nightmare When High Fever? Ini penyebabnya
  • Dari Mimpi Basah ke Mimpi Jatuh ke Jurang: Mengapa Kita Mimpi?
  • 10 Makanan Yang Seharusnya Tidak Dikonsumsi Sebelum Tidur

Postingnya sering mimpi buruk? Cara Mengatasinya ini muncul pertama kali di Hello Sehat.

Ini Loh Bahaya Pakai Masker Saat Olahraga di Luar Rumah

Meskipun jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia terus menunjukkan peningkatan, rata-rata ada 1.000 kasus tambahan per hari, tetapi karantina di wilayah tersebut secara bertahap berkurang. Orang-orang memulai kegiatan mereka di luar rumah, kembali bekerja di kantor, bahkan mengunjungi tempat-tempat wisata. Olahraga di luar rumah adalah salah satu kegiatan yang sudah ditunggu-tunggu. Namun waspadalah, menggunakan topeng saat olahraga ternyata berbahaya!

Memakai topeng saat berolahraga di luar rumah memang bisa mengurangi risiko tertular atau menginfeksi orang lain dari virus korona. Meski begitu, menurut penelitian, mengenakan topeng saat berolahraga di luar rumah juga berdampak buruk.

"Penggunaan masker selama berolahraga dapat memengaruhi pernapasan secara umum," kata Jane Brody, seorang peneliti di British Journal of Sport Medicine. Menurut sebuah penelitian yang dia lakukan, menutupi wajahnya dengan topeng saat berolahraga akan membatasi pernapasan dan menyebabkan ketidaknyamanan yang dapat mengakibatkan efek samping di kemudian hari.

Baca juga: Pelindung Wajah Lebih Efektif Daripada Topeng?

Bahaya Menggunakan Masker Saat Olahraga

Berikut adalah beberapa efek menggunakan masker saat berolahraga:

1. Detak Jantung Lebih Cepat

Saat berolahraga, laju pernapasan kita dapat meningkat dua kali atau bahkan empat kali lebih banyak dari biasanya. Masker akan membuat kita lebih sulit untuk menghirup udara yang dibutuhkan.

"Karena itu, kita harus mengubah pola olahraga saat mengenakan topeng. Berdasarkan pengalaman pribadi, detak jantung lebih cepat ketika berolahraga terutama ketika mengenakan topeng, meskipun pola latihan dan intensitasnya sama seperti ketika berolahraga tanpa topeng, "kata Cedric X. Bryant, ketua peneliti di American Council on Exercise.

Dengan kata lain, jika Anda mengenakan topeng saat berlari atau bersepeda dengan kecepatan normal, detak jantung Anda akan lebih tinggi dari biasanya. "Anda harus mengantisipasi bahwa detak jantung Anda akan menjadi lebih cepat sekitar 8 hingga 10 kali per menit saat mengenakan topeng. Pada beberapa orang, peningkatan yang berlebihan dalam detak jantung dapat menyebabkan sakit kepala ringan," kata Cedric.

Len Kravitz, profesor ilmu olahraga di Universitas New Mexico melakukan percobaan pada 2 atlet berpengalaman. "Satu atlet tidak mengalami kesulitan bernapas saat berlari. Sementara atlet lain, yang mengenakan topeng kain, merasa pusing setelah beberapa menit berlari," kata Len.

2. Menghirup kembali karbon dioksida dapat mengurangi fungsi kognitif

Mengenakan topeng saat berolahraga dengan intensitas rendah dan sedang, tidak menyebabkan kesulitan yang signifikan. Namun, jika Anda melakukan olahraga berat seperti sepak bola, di mana kami menghirup udara dengan kecepatan sekitar 40-100 liter per menit, otot akan menghasilkan asam laktat yang menyebabkan sensasi terbakar.

"Asam laktat diubah menjadi karbon dioksida dan dihembuskan. Jadi, apa yang terjadi jika karbon dioksida terperangkap oleh topeng? Baik"Karbon dioksida yang dihirup dapat mengurangi fungsi kognitif dan meningkatkan laju pernapasan," kata Lindsay Bottoms, praktisi olahraga dan ahli fisiologi kesehatan di Universitas Hertfordshire, Bahasa Inggris.

Baca juga: Dapatkah Pagi Berlari Selama Pandemi Coronavirus?

Jadi Apa Yang Bisa Dilakukan?

Meskipun mengenakan topeng bisa berbahaya saat Anda berolahraga di luar ruangan, itu tidak berarti Anda melepas topeng sama sekali. Selama pandemi ini, masker sangat efektif melindungi terhadap penularan. Bahkan topeng sangat penting jika Anda berolahraga di dalam ruangan dengan banyak suka gym.

"Memang, memakai topeng saat berolahraga itu tidak menyenangkan. Tapi, kita harus peduli dengan kesehatan diri kita sendiri dan orang lain. Jangan karena perasaan tidak nyaman, Anda tidak mengenakan topeng saat berolahraga di luar rumah," kata Cedric.

Solusi yang bisa dilakukan adalah mengurangi ketidaknyamanan yang ditimbulkan saat berolahraga mengenakan topeng. Mudah saja, Anda harus memilih topeng yang tepat dan pas. Jangan gunakan masker bedah karena cepat basah.

"Jangan gunakan topeng kain yang terbuat dari katun karena lembab. Masker kain yang dipakai selama olahraga harus mengurangi penumpukan kelembaban. Pilih model yang memiliki dua lapis kain atau kurang untuk menghindari panas berlebih. Jangan memilih topeng kain yang mungkin membatasi pernapasan, "kata Christa Janse van Rensburg, profesor ilmu olahraga di University of Pretonia, Afrika Selatan.

Juga rencanakan untuk membawa masker tambahan jika Anda akan berolahraga selama lebih dari 30 menit. "Topeng yang sudah basah harus segera diganti. Saat mengganti topeng, usahakan jangan menyentuh bagian depan karena partikel virus dapat menumpuk di sana. Setelah masker dilepaskan, bungkus atau buang dengan hati-hati," kata Cedric.

Baca juga: Tips Mencegah dan Mengatasi Iritasi Wajah Karena Masker

Referensi:

The New York Times. Berolahraga Saat Mengenakan Topeng

Orang Dalam Bisnis. Mungkin berbahaya untuk berolahraga sambil mengenakan masker wajah, menurut ahli olahraga dan fisiologi.

Mudah Kok! Ini Cara Membuat dan Mencuci Masker Kain Sendiri

Salah satu cara untuk mencegah penularan COVID-19 adalah dengan menggunakan masker. Masyarakat sekarang mulai menghargai masker medis yang diperuntukkan bagi tenaga medis sebagai penjaga depan dalam menangani COVID-19. Karena itu, masyarakat akhirnya berinisiatif menggunakan topeng kain. Karena bisa digunakan berulang kali, tentu perlu diterapkan cara mencuci masker dengan tepat.

Cara membuat topeng kain

Topeng kain sekarang mudah diperoleh, karena banyak orang telah mengambil inisiatif untuk membuatnya. Tetapi jika Anda ingin lebih banyak tabungan, Anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Berikut adalah cara yang dapat diterapkan ketika membuat topeng kain Anda sendiri, berdasarkan tips dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

Cara membuat topeng kain dari t-shirt

Bahan:

  • baju itu
  • menggunting

Langkah-langkah untuk membuat:

  • potong bagian bawah baju dengan lebar sekitar 17-20 cm
sumber: Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit
  • untuk membuat tali, potong bagian atas sepanjang 15-17 cm, sama seperti pada gambar. Kemudian potong di tengah untuk memisahkan tali
sumber: Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit
  • Coba kenakan masker di hidung dan mulut, dengan mengikat tali ke bagian atas kepala dan di belakang leher
sumber: Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit

Cara membuat topeng kain tanpa jahitan

Bahan:

  • bandana kapas atau syal sekitar 50 × 50 cm
  • ikat rambut atau karet gelang
  • gunting (jika perlu potong)

Langkah-langkah untuk membuat:

sumber: Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit
  • Lipat kedua kain (bandana atau syal), jika terlalu besar silakan potong sesuai dengan ukuran di atas
  • Bagi kain. Lipat bagian atas dan bawah kain ke tengah
  • Masukkan karet ke dalam selendang
  • Lipat masing-masing sisi ke tengah topeng
  • Kemudian selipkan ujung sisi ke sisi lubang yang lain atau bisa juga dijahit agar topeng tetap berada di tempatnya.
  • Coba dan pakai topeng

Nah, sekarang Anda memiliki topeng kain di rumah, mari tahu cara mencuci dan membersihkannya.

Cara mencuci dan membersihkan topeng kain

Banyak yang mempertanyakan apakah topeng kain ini dapat secara efektif memberikan perlindungan? Adapun penelitian yang disebutkan, masker bedah lebih efektif daripada masker yang terbuat dari kain.

Melainkan mempelajari jurnal-jurnal alam Kedokteran Bencana dan Kesiapsiagaan Kesehatan Masyarakat katakanlah, masker buatan rumah bisa menjadi pilihan terakhir untuk mencegah penularan infeksi saluran pernapasan (dalam diskusi ini mentransmisikan melalui tetesan). Studi tersebut mengatakan, setidaknya topeng buatan rumah bisa menjadi perlindungan pribadi, bukannya tanpa perlindungan sama sekali.

Dalam situasi pandemi COVID-19 ini, penggunaan masker kain direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS. Banyak orang yang mulai membuat sendiri untuk membuat topeng mereka sendiri dari kain. Inisiatif ini dilakukan agar topeng bedah lebih disukai untuk tenaga medis yang langsung menangani pasien COVID-19.

Masker kain cenderung lebih efisien bila digunakan karena dapat digunakan kembali kapan saja. Menurut Web MD, penggunaan masker kain dapat memperlambat penularan virus. Bagi Anda yang masih memiliki aktivitas di luar rumah, tentu akan sering menggunakan kain topeng.

cara mencuci topeng kain

Masker berfungsi untuk mencegah tetesan cairan dari orang yang batuk, bersin, atau berbicara. Karena penularannya bisa dari paparan cairan cair. Karena itu, virus yang mungkin menempel pada masker perlu segera dihapus dengan mencuci.

Karena itu, ketahuilah cara mencuci masker kain dengan tepat.

1. Buka topengnya

Lepaskan topeng tanpa menyentuh bagian depan. Ada banyak bakteri dan virus yang mungkin mendarat di topeng. Letakkan masker di atas baskom atau mesin cuci.

Setelah itu, Anda perlu mencuci tangan dengan benar selama 20 detik dengan sabun. Lakukan ini untuk meminimalkan bakteri atau virus yang menempel di tangan. Selanjutnya terapkan cara yang tepat untuk mencuci topeng kain pada tahap selanjutnya.

2. Gunakan air panas

Jangan lupa menggunakan air panas sebagai cara untuk mencuci topeng kain. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setidaknya suhu 56ºC dapat membunuh virus. Secara lebih rinci, pada suhu itu sekitar 10.000 unit virus dapat dibunuh selama 15 menit.

Selain menggunakan air panas, Anda bisa menggunakan sabun atau deterjen saat mencuci di mesin cuci. Dalam suhu panas, sabun dan deterjen tidak meninggalkan sisa busa yang menempel pada masker.

3. Keringkan masker

Setelah mencuci masker kain, Anda perlu mengeringkannya dengan suhu panas sebagai cara lain untuk membunuh kuman. Jika menggunakan mesin pengering, jangan lupa untuk menggunakan suhu panas.

Pilihan lain adalah menggantung dan menggantungnya di bawah sinar matahari. Sinar UV matahari dapat membantu membunuh kuman yang masih melekat pada kain topeng.

4. Simpan dan gunakan topeng jika perlu

Setelah kering, jangan lupa untuk menyimpannya di lemari. Jika sewaktu-waktu ingin mengenakan topeng, jangan lupa membersihkan tangan Anda untuk mengurangi menempelnya bakteri atau virus pada topeng. Tidak lain dari mencuci tangan selama 20 detik menggunakan air mengalir dan sabun.

Posnya Gampang kok! Inilah Cara Membuat dan Mencuci Topeng Kain Anda Sendiri muncul pertama kali di Hello Sehat.

Scroll to top