sewa ambulance

Author: admin

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Kortikosteroid merupakan golongan obat yang sangat sering digunakan, berfungsi sebagai anti inflamasi dan sering disebut sebagai “obat ketuhanan” karena kemampuannya dalam mengobati berbagai gejala penyakit. Beberapa nama kortikosteroid yang sering kita temukan adalah prednison, metilprednisolon, deksametason, hidrokortison, betametason, triamsinolon dan lain-lain. Meski terbukti efektif meredakan berbagai keluhan seperti kulit bengkak, gatal-gatal, kemerahan, flu, pegal dan alergi, penggunaan kortikosteroid yang berlebihan justru dapat menimbulkan efek samping yang tidak baik bagi kesehatan.

Apa itu kortikosteroid?

Kortikosteroid adalah sekumpulan hormon yang diproduksi oleh tubuh manusia melalui kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal. Hormon ini berfungsi mengatur metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, pengaturan cairan tubuh, sistem pertahanan tubuh, dan pembentukan tulang.

Apa yang dilakukan obat kortikosteroid?

Kortikosteroid digunakan untuk produksi hormon yang terganggu oleh kelenjar adrenal yang menyebabkan defisiensi hormon steroid. Kondisi lain yang sering diobati dengan kortikosteroid antara lain penyakit alergi seperti asma, konjungtivitis alergi dan urtikaria lainnya, penyakit autoimun, peradangan sistemik, transplantasi, pembengkakan otak, dan masih banyak lagi.

Apa efek samping obat kortikosteroid?

Penggunaan kortikosteroid pada pasien harus dipertimbangkan, karena berbagai macam efek sampingnya. Munculnya efek samping dipengaruhi oleh banyak hal, pemakaian lebih dari 2 minggu dapat menyebabkan efek samping yang serius. Kortikosteroid potensi dosis tinggi lebih cenderung menyebabkan efek samping. Efek samping yang timbul tergantung bagaimana penggunaannya, karena penggunaan sistemik umumnya menimbulkan efek samping yang lebih besar.

Kortikosteroid sistemik

Sediaan kortikosteroid sistemik biasanya dalam bentuk tablet atau suntikan ke pembuluh darah. Efek samping yang dapat timbul adalah:

  • Hipertensi
  • Peningkatan gula darah, diabetes
  • Tukak lambung
  • Pendarahan gastrointestinal
  • Penyembuhan luka yang lama dan tidak normal
  • Kekurangan kalium
  • Osteoporosis
  • Mudah terinfeksi
  • Gangguan emosional
  • Insomnia
  • Meningkatkan nafsu makan
  • Glaukoma
  • Otot yang melemah
  • Penipisan kulit

Kortikosteroid lokal

Sediaan kortikosteroid lokal dapat bervariasi, termasuk injeksi, inhalasi, dan salep.

Efek samping injeksi kortikosteroid

  • Nyeri dan bengkak pada otot atau sendi yang disuntik
  • Kelemahan otot dan tendon
  • Infeksi
  • Penipisan kulit

Efek samping kortikosteroid inhalasi

  • Sariawan di mulut atau tenggorokan
  • Mimisan ringan
  • Suara serak atau kesulitan berbicara
  • Batuk
  • Jamur di rongga mulut
  • Peningkatan risiko infeksi pneumonia pada pasien penyakit paru obstruktif kronik

Efek samping salep kortikosteroid

  • Penipisan kulit
  • Warna kulit menjadi lebih pucat
  • Meningkatnya risiko infeksi kulit
  • Menghambat penyembuhan luka

Pada kasus yang lebih parah, penggunaan kortikosteroid dosis tinggi dapat menyebabkan sindrom Cushing, yang ditandai dengan:

  • Kegemukan
  • Hipertensi
  • Mudah lelah
  • Garis perut, garis ungu di perut
  • Pembengkakan
  • Penumpukan lemak di wajah (wajah bulan) dan di sabuk (punuk kerbau)
  • Hirsutisme, pertumbuhan rambut yang tidak biasa pada wanita
  • Gangguan menstruasi pada wanita

Bagaimana kortikosteroid aman?

Karena berbagai efek samping di atas maka penggunaan kortikosteroid harus sesuai dengan petunjuk dokter, baik berapa dosis, berapa kali minum dalam sehari, dan berapa hari untuk diminum. Masyarakat tidak disarankan mengonsumsi atau menambah dosis obat ini tanpa petunjuk dokter. Untuk mengurangi efek samping kortikosteroid, pasien dapat mengikuti tips berikut ini:

  • Jangan mengonsumsi kortikosteroid saat perut kosong, untuk mengurangi efek samping pada sistem pencernaan
  • Menggunakan pengatur jarak pada kortikosteroid inhalasi, untuk mengurangi risiko infeksi jamur di rongga mulut
  • Lakukan penyuntikan di tempat yang berbeda, maksimal suntikan kortikosteroid di tempat yang sama yaitu tiga kali
  • Di area kulit tipis atau lipatan, gunakan steroid dengan potensi lemah
  • Hati-hati dengan pemakaian di sekitar mata, karena bisa menyebabkan glaukoma atau katarak

Jangan menghentikan pengobatan secara tiba-tiba. Pada penggunaan jangka panjang, dokter biasanya melakukan "menyadap“Saat akan menghentikan pengobatan, yaitu dengan mengurangi dosis obat secara perlahan lalu dihentikan. Penghentian kortikosteroid secara tiba-tiba dapat menyebabkan sindrom Addison.

BACA JUGA:

  • Pro dan Kontra Aspirin, Obat untuk Sejuta Orang
  • Alergi Obat Berbeda Dengan Efek Samping Obat
  • Manfaat dan Resiko Penggunaan Obat Tidur

Postingan Waspadai Penggunaan Obat Kortikosteroid yang Berlebihan muncul pertama kali di Hello Sehat.

Hematuria

 

 

 

The post Hematuria appeared first on Hello Sehat.

Jangan Sembarangan Minum Obat Insomnia, Kenali Efek Sampingnya!

Kesulitan tidur atau insomnia merupakan gangguan tidur yang sering dialami oleh anak-anak, remaja, pelajar, pekerja, bahkan lansia. Kondisi ini akan membuat kita akhirnya uring-uringan di atas kasur, lalu bermain dawai, ngemil di malam hari, dan saat bangun tidur tubuh tidak fit dan stamina. Tak jarang, penderita insomnia berakhir dengan obat tidur.

Insomnia dapat berdampak serius pada kesehatan jangka panjang. Bagaimana cara mengatasi insomnia?

Baca juga: Insomnia, Haruskah Pergi ke Dokter?

Mengapa Kita Harus Cukup Tidur?

Tidur merupakan bagian dari aktivitas manusia selama hidup, bahkan menyita sebagian besar waktunya, rata-rata seperempat hingga sepertiga waktu sehari digunakan untuk tidur. Beberapa manfaat tidur bagi tubuh adalah sebagai berikut.

  • Meregenerasi sel tubuh baru.
  • Memperbaiki sel tubuh yang rusak (mekanisme penyembuhan diri).
  • Mengistirahatkan organ tubuh setelah seharian beraktivitas.
  • Menjaga keseimbangan metabolisme.

Oleh karena itu, tidur bukan sekedar aktivitas relaksasi yang cenderung tidak membawa manfaat, melainkan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Jika tidur Anda terganggu, maka bersiaplah untuk kondisi kesehatan yang akan terpengaruh.

Baca juga: Kebiasaan Ini Bikin Tak Bisa Tidur, Lho!

Dampak dan Cara Mengatasi Insomnia

Hampir setiap orang pernah mengalami gangguan tidur. Insomnia atau insomnia adalah gangguan tidur yang paling umum. Orang yang mengalami insomnia cenderung menunjukkan tanda-tanda seperti: penurunan produktivitas, kelelahan, stres, ketidakstabilan emosi, kurang percaya diri, suka ceroboh, dan terlalu impulsif terhadap sesuatu. Dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kesehatan tubuh yaitu gangguan pencernaan, gangguan kardiovaskuler, dan sistem imun tubuh.

Gejala-gejala tersebut membuat penderita insomnia tidak nyaman dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari, sehingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk menggunakan obat tidur untuk mengatasi insomnia.

Lalu, apakah penggunaan obat tidur aman untuk tubuh? Setiap obat tidur yang dikonsumsi harus dalam pengawasan dokter, jadi pemakaiannya harus berdasarkan resep dokter. Hal ini untuk meminimalisir efek samping yang bisa timbul dan menghindari ketergantungan pada obat tidur.

Dokter akan menentukan pemberian obat tidur berdasarkan tingkat keparahan gangguan tidur yang dialami. Jadi, sebaiknya jangan minum obat tidur sembarangan, apalagi tanpa resep dari dokter.

Baca juga: Kurang tidur bisa merusak sistem kekebalan tubuh, lho

Berikut beberapa jenis obat tidur yang biasa diresepkan oleh dokter:

1. Benzodiazepin

Obat tidur yang termasuk dalam kelompok ini adalah triazolam (waktu paruh obat adalah 20 jam). Perbedaan waktu paruh ini menunjukkan bahwa obat triazolam efektif dalam mengatasi kesulitan memulai tidur. Sedangkan untuk mengatasi keluhan sering bangun di pagi hari, obat dengan waktu paruh 10-20 jam akan lebih efektif.

Jenis obat tidur benzodiazepin mengandung obat penenang (penenang), sehingga penggunaannya harus dengan resep dokter. Secara umum, efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan obat tidur ini adalah: rasa kantuk yang hebat, pusing, nyeri di kepala, mulut kering dan lidah terasa pahit.

Efek samping lain yang harus diperhatikan adalah meliputi, yaitu efek yang timbul dari akumulasi sisa metabolit aktif obat, seperti mual, pusing, dan suf (kelelahan). Hati-hati, kondisi ini bisa mengakibatkan kecelakaan pada pengendara sepeda motor.

Pengguna obat ini juga mengalami gejala paradoks, seperti lekas marah, lekas marah, lekas marah, dan mengalami kejang. Belum lagi ketergantungan obat yang dipicu oleh kondisi pantang, seperti sering mimpi buruk, perasaan takut dan cemas, serta tubuh mengalami ketegangan yang intens.

2. Non-Benzodiazepin

Jenis obat tidur non-benzodiazepine dapat digunakan untuk terapi jangka pendek insomnia. Adanya obat tersebut sebagai alternatif yang baik untuk menggantikan obat tidur golongan benzodiazepine. Dengan efisiensi obat yang sama, obat golongan non benzodiazepine memiliki risiko efek samping yang lebih rendah dibandingkan obat tidur golongan bendoziazepine.

Keuntungan dari pil tidur non-benzodiazepine adalah masa paruh mereka lebih pendek, membuat mereka cenderung tidak mengantuk di siang hari. Selain itu, jenis obat ini kurang mengganggu siklus tidur normal penderita insomnia dibandingkan penggunaan obat tidur benzodiazepin. Beberapa obat tidur yang termasuk dalam kelompok ini adalah zolpidem, zaleplon, eszopiclone, dan ramelteon.

Baca juga: Jangan Pikirkan Remah-Remah, Kurang Tidur Bisa Rusak Otak!

Obat Insomnia Alami

Banyak orang yang masih belum menyadari bahwa gangguan tidur tidak selalu bisa diobati dengan obat tidur. Setelah mengetahui efek samping dan ketergantungan penggunaan obat tidur, tidak ada salahnya jika Anda mencoba terapi tanpa obat tidur. Anda bisa mencoba beberapa terapi alami berikut untuk mengatasi gangguan tidur.

Sebelum memilih obat tidur, cobalah atasi insomnia dengan terapi alami ini.

1. Bahan herbal

Beberapa jamu yang diformulasikan untuk mengatasi gangguan tidur adalah lenglengan, pegagan, dan pala. Tanaman ini telah digunakan sebagai pil tidur dan terkenal untuk mengobati insomnia dan mengendalikan stres. Ramuan dari ketiga jenis tanaman ini juga telah teruji secara klinis untuk efek relaksasi dan telah digunakan di Klinik Pengobatan Herbal Hortus Medicus sebagai anti insomnia.

2. Teh daun gaharu

Teh daun ini sangat digemari masyarakat khususnya Kabupaten Bangka Tengah. Teh daun gaharu secara turun temurun sudah banyak dikonsumsi untuk menghilangkan rasa lelah akibat gangguan tidur ringan.

Penelitian dilakukan oleh Kamaludin dkk. Tahun 2017 juga membuktikan bahwa teh daun gaharu dapat memperbaiki pola tidur, meningkatkan kualitas tidur menjadi lebih nyaman dan nyenyak, serta tubuh terasa lebih segar saat bangun pagi.

3. Madu

Terkenal dengan banyak khasiatnya, madu juga dapat digunakan sebagai terapi untuk gangguan tidur. Kandungan triptofan dalam madu dapat membantu sintesis hormon melatonin yang dapat meningkatkan kualitas tidur. Menurut Ferdian et al. (2015), pemberian madu satu jam sebelum tidur dapat mencegah susah tidur, sehingga kualitas tidur lebih baik.

Jadi, penggunaan obat tidur bisa dikonsumsi jika terapi alami tidak mampu mengatasi insomnia Anda. Jika dampak gangguan tidur Anda sudah parah, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan dan terapi medis yang tepat.

Baca juga: Kurang tidur bisa memicu 5 penyakit ini

9 Cara Lindungi Diri Jalankan Hobi di Luar Ruang saat Adaptasi Kebiasaan Baru

Batasan Sosial Skala Besar (PSBB) mulai longgar. Beberapa daerah sudah mulai melakukan peralihan PSBB ke arah adaptasi dengan kebiasaan baru atau yang sebelumnya dikenal dengan normal baru. Tak sedikit anak muda mulai kembali beraktivitas atau melakukan hobinya di luar rumah. Jalanan kembali ramai, fasilitas umum mulai ramai dikunjungi masyarakat, dan tempat makan sudah mulai menyajikan makanan di tempat. Namun, perlu diingat bahwa pandemi masih belum berakhir. Anda tidak boleh ceroboh dan tetap harus menjaga diri sendiri. Yuk, simak berbagai cara praktis melindungi diri di tengah beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Tips melindungi diri sendiri di luar rumah

Melakukan hobi atau hal-hal yang Anda sukai adalah cara untuk membuat pikiran Anda tetap segar. Pikiran yang tenang berperan penting dalam menjaga kesehatan mental dan fisik di tengah pandemi. Sebut saja stres yang bisa memicu gangguan tidur. Masalah tidur membuat tubuh kekurangan istirahat yang berkualitas. Kurang istirahat berdampak negatif pada sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit, seperti dikutip dari Klinik Mayo.

Namun, di tengah pandemi, Anda harus menempuh cara-cara berikut saat melakukan hobi di luar rumah:

Tinggallah di rumah saat kamu sakit

Lebih baik tetap di rumah jika tubuh Anda sedang tidak dalam keadaan sehat atau menunjukkan gejala sakit meskipun ringan. Biarkan tubuh beristirahat untuk melindungi dirinya dan lingkungan jika penyakitnya disebabkan oleh penyebab infeksi.

Sering cuci tangan Anda di luar ruangan

Cuci tangan Anda sesering mungkin saat berada di luar ruangan dapat meminimalkan risiko tertular penyakit menular. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir agar tangan bersih dari bakteri penyebab penyakit. Praktek membersihkan tangan sebagai salah satu cara melindungi diri di tengah beradaptasi dengan kebiasaan baru adalah dengan membilas dan menggosok tangan minimal dengan sabun. 20 detik.

Pembersih tangan tersedia

pembersih tangan untuk mencegah covid-19

Tidak semua area di luar rumah atau kamar memiliki tempat untuk mencuci tangan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menyediakannya pembersih tangan alias hand sanitizer saat keluar rumah. Hindari menyentuh area wajah tanpa membersihkan tangan Anda terlebih dahulu. Jangan lupa untuk membersihkan tangan Anda setelah menyentuh permukaan apa pun saat di luar ruangan.

Praktikkan protokol kesehatan yang baik

Seperti yang diarahkan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menerapkan protokol kesehatan yang direkomendasikan untuk membantu percepatan penanganan COVID-19 di Indonesia. Protokol kesehatan yang tidak boleh dilupakan saat menjalankan hobi di luar rumah adalah menggunakan masker dan menjaga jarak.

Diadaptasi dengan kebiasaan baru, jangan lupa lindungi diri dan lingkungan sekitar dengan memakai masker yang terbuat dari kain. Juga, pastikan untuk menjaga jarak setidaknya 2 meter dari orang lain saat Anda berada di luar. Keduanya berguna untuk meminimalkan risiko tertular COVID-19 yang bisa menyebar melalui tetesan pernapasan.

Jangan lupa ganti baju kotor dan cuci tangan saat pulang setelah beraktivitas di luar.

Mandi secara teratur

Mandi sebaiknya dilakukan sebelum dan sesudah menekuni hobi di luar rumah. Banyak penyakit dan kondisi bisa dicegah dengan menjaga kebersihan pribadi sendirian. Salah satunya dengan rutin mandi untuk membersihkan berbagai bagian tubuh dengan sabun dan air.

Tidak perlu berjabat tangan dulu

persiapan normal baru

Melakukan hobi di luar rumah bersama teman merupakan aktivitas yang menyenangkan. Namun, lindungi diri Anda agar tidak beradaptasi dengan kebiasaan baru dengan tidak berjabat tangan atau melakukan banyak kontak fisik dengan kerabat. Tujuannya adalah untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain dalam meminimalkan risiko penyebaran atau terpapar hal-hal yang dapat mengganggu kesehatan tubuh.

Hindari keramaian di tempat umum

Sejumlah tempat sudah mulai memungkinkan orang melakukan hobi di fasilitas umum, seperti lari atau bersepeda di lingkungan stadion. Namun hindari tempatnya jika terlalu ramai sehingga praktik menjaga jarak tidak terlaksana dengan baik.

Begitu juga jika Anda menggunakan transportasi umum untuk aktivitas di luar rumah. Usahakan untuk menghindari angkutan umum yang penuh sesak dengan memilih menunggu bus berikutnya daripada naik bus yang sudah cukup penuh.

Transaksi tanpa uang tunai

Kementerian Kesehatan juga berpesan untuk memprioritaskan transaksi dengan uang elektronik di tengah pandemi. Transaksi menggunakan uang elektronik memungkinkan penjual dan pembeli untuk tidak menukar uang kertas yang tidak terjamin kebersihannya.

Oleh karena itu, saat menekuni hobi di luar rumah, mungkin Anda bisa mempertimbangkan hal ini.

Lindungi diri Anda dengan asuransi kesehatan dalam beradaptasi dengan kebiasaan baru

bagaimana memilih asuransi

Hadapi ketidakpastian di tengah pandemi dengan memiliki asuransi kesehatan. Manfaat asuransi kesehatan membantu Anda untuk lebih siap menghadapi hal-hal yang tidak Anda inginkan akibat penyakit. Mengutip dari penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berjudul Asuransi Kesehatan Swasta: Implikasinya bagi Negara Berkembang, asuransi kesehatan yang tepat dapat berperan positif dalam membantu keuangan rumah tangga.

Asuransi Kesehatan dapat membantu rumah tangga terhindar dari kewajiban pengeluaran besar-besaran ketika dilanda masalah kesehatan. Alhasil, kemampuan finansial pemilik premi tetap terlindungi meski mengalami musibah berupa sakit.

Singkatnya, hal-hal di atas dapat dilakukan oleh anak muda atau kelompok umur manapun ketika ingin beraktivitas di luar rumah dengan menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru. Namun, untuk balita dan lansia, Kementerian Kesehatan menyarankan sebaiknya tetap di rumah selama pandemi.

Postingan 9 Cara Melindungi Diri Menjalankan Hobi di Luar Ruangan Saat Adaptasi Kebiasaan Baru muncul pertama kali di Hello Sehat.

Menjalani Gaya Hidup Sehat, Kunci Lansia Bahagia di Hari Tua

Memiliki tubuh yang bugar hingga tua adalah harapan dan impian kebanyakan orang. Seiring bertambahnya usia, perubahan fungsi dan resistensi tampaknya sulit dihindari, tetapi dapat diantisipasi. Salah satu kunci agar lansia tetap fit adalah dengan menjalani dan menikmati hidup di jalan yang benar, yaitu dengan gaya hidup sehat.

Fitnes penting agar lansia dapat menikmati hidup

Dikutip dari jurnal yang diterbitkan pada 2019, "Kesehatan adalah bagian terpenting dari kualitas hidup, selebihnya hanyalah tambahan."

Anggapan kesehatan bagi lansia biasanya ditentukan oleh kebugaran dan kemampuan untuk tetap aktif atau tidak aktif masalah kesehatan kemampuan fisik, mental, dan kognitif. Oleh karena itu, fitnes menjadi kunci utama bagi para lansia untuk menikmati hidup.

Kebugaran erat kaitannya dengan kondisi fisik yang prima. Beberapa hal yang bisa menggambarkan tubuh yang fit seperti tulang yang kuat, menjaga stamina, sehingga tidak mengalami masalah persendian yang dapat membatasi ruang gerak.

Dengan bugar secara fisik di usia tua, Anda bisa melakukan lebih banyak aktivitas tanpa mengalami gangguan kesehatan. Misalnya, para lansia bisa menghabiskan waktu untuk liburan, bermain bersama keluarga, dan melakukan hobi yang populer. Ini termasuk cara menikmati hidup.

Selain itu, kesehatan mental juga berperan dalam kesehatan dan kesejahteraan para lansia. Melaporkan dari Amerika Kesehatan Mental, kebahagiaan adalah bagian penting dari kesehatan. Kesehatan mental yang terganggu dapat dengan mudah menyebabkan stres, depresi, dan gangguan mental lainnya. Jika dialami dalam jangka waktu yang lama, gangguan jiwa ini menjadi faktor risiko berbagai jenis penyakit, seperti penyakit jantung, obesitas, dan gangguan pencernaan.

Orang yang bahagia tidak hanya bisa menikmati hidup, tapi juga bisa memperpanjang umur. Ini dibuktikan dengan jurnal isu Perpustakaan Kedokteran Nasional A.S. 2015 berjudul Ilmu Sosial & Kedokteran.

Studi tersebut menemukan bahwa kelompok yang dilaporkan "sangat bahagia" memiliki risiko kematian yang paling rendah. Jumlah ini 6% lebih rendah dari kelompok "cukup bahagia" dan 14% lebih rendah dari kelompok "tidak bahagia".

Saat mereka senang, para lansia akan semakin semangat melakukan berbagai aktivitas. Hal ini secara langsung maupun tidak langsung dapat membantu meningkatkan kebugaran karena tetap aktif dan mengurangi risiko gangguan kesehatan. Orang tua juga bisa bersenang-senang.

Apa yang dapat dilakukan orang lanjut usia untuk menikmati hidup dan tetap bugar?

Lansia perlu menerapkan gaya hidup sehat yang mencakup kondisi kesehatan fisik dan mental. Untuk melaksanakan hal tersebut, berikut beberapa cara dan tips yang diharapkan dapat membantu para lansia dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Miliki hobi dan lingkungan terdekat yang nyaman

Situasi di tengah Pandemi Covid-19 mengharuskan setiap orang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah. Saat ini penting bagi para lansia untuk menemukan dan melaksanakan berbagai aktivitas yang mereka sukai atau hobinya guna merangsang otak untuk bekerja. Beberapa aktivitas untuk menghabiskan waktu di rumah, seperti mulai berkebun, olahraga ringan dengan berjalan kaki, dan melukis.

Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa memiliki hewan peliharaan juga dapat membantu meningkatkan kebahagiaan. Lansia bisa memelihara kucing atau kenari yang mudah dirawat. Selain itu, lingkungan yang menyenangkan dan nyaman di sekitar rumah tidak kalah pentingnya.

Perhatikan asupan makanan

Menikmati hidup bukan berarti bisa makan sesuka hati. Ini sebenarnya berlaku untuk semua usia, tetapi ditekankan untuk orang tua.

Diet sehat artinya makan makanan yang seimbang. Melaporkan dari halaman resmi Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan A.S., berikut beberapa tips dalam mengatur asupan makanan.

  • Prioritaskan makanan berserat tinggi seperti roti gandum, sayuran hijau tua (seperti bayam dan brokoli), dan buah-buahan.
  • Kurangi atau hindari gorengan. Pilih hidangan yang diolah dengan cara dipanggang, dikukus, atau direbus.
  • Tingkatkan asupan suplemen nutrisi seperti susu yang diperkaya. Pilih susu yang memiliki kandungan lengkap, seperti vitamin D, prebiotik dan probiotik, kalsium dan protein – terutama yang bermanfaat bagi lansia yaitu whey protein.
  • Pastikan untuk selalu menjaga kadar air dalam tubuh.

Gerakan rutin dan aktivitas fisik

Berbagai manfaat kesehatan dari aktivitas fisik secara teratur adalah:

  • Membantu meningkatkan kualitas tidur,
  • Tingkatkan nafsu makan
  • Menurunkan resiko penyakit jantung
  • Meningkatkan kebugaran, kekuatan, dan keseimbangan tubuh.

Jika Anda sudah lama tidak berolahraga, mulailah dengan latihan atau gerakan ringan dan secara bertahap tingkatkan tingkat kesulitan dengan setiap latihan.

Pedoman Aktivitas Fisik Australia Dorong manula untuk melakukan olahraga intensitas sedang minimal 30 menit setiap hari. Tidak perlu segera berolahraga selama 30 menit, lakukan secara bertahap seperti tiga kali sehari selama 10 menit. Jenis latihan yang bisa dilakukan lansia, seperti berjalan kaki, bersepeda, berolahraga, atau jogging.

Para lansia perlu menikmati pola hidup sehat agar tubuh tetap bugar. Asupan makanan bergizi, kesehatan mental, dan fisik adalah kunci utamanya. Kondisi fisik yang bugar berdampak positif bagi kesehatan karena dapat menurunkan berbagai risiko kesehatan dan dapat memperpanjang usia.

Postingan Hidup Gaya Hidup Sehat, Kunci Menuju Lansia Bahagia di Usia Tua muncul pertama kali di Hello Sehat.

5 Kebiasaan Buruk Penyebab Perut Buncit

Jenis lemak yang paling berbahaya adalah lemak di perut karena berada di sekitar organ tubuh. Artinya, bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan penyakit serius lainnya. Terlepas dari apa yang Anda makan, ada banyak kebiasaan lain yang meningkatkan peluang Anda mengembangkan lemak perut atau mencegah Anda menghilangkannya.

Ilmuwan mengatakan, seseorang yang memiliki lingkar pinggang lebih lebar, berisiko lebih tinggi mengalami kematian. Penelitian yang dilakukan oleh MIT (Institut Teknologi Massachusetts) mengungkapkan bahwa kebiasaan buruk dapat menyebabkan perut Anda kembung dan berlemak. Semuanya terjadi karena kebiasaan buruk yang dilakukan terus menerus.

Baca juga: Hal yang Harus Dihindari Agar Perut Anda Six Pack

Kebiasaan buruk menyebabkan perut buncit

Begitu, berikut 5 kebiasaan buruk penyebab perut buncit dan gemuk:

1. Kecanduan Media Sosial

Berdasarkan penelitian, seseorang yang tidak bisa menjauh dari media sosial suka Facebook, Instagram, Twitter, cenderung menambah berat badan. Sebuah studi yang dilakukan oleh Blog Kesehatan Harvard menemukan bahwa orang yang memiliki teman obesitas 57 persen lebih mungkin mengalami obesitas dibandingkan mereka yang tidak memiliki teman obesitas.

Apalagi jika Anda suka membuka media sosial di ranjang. Penelitian dilakukan oleh Pusat Penelitian Pencahayaan di Rensselaer Polytechnic Institute temukan cahaya yang dipancarkan dawai menekan produksi melatonin di otak. Padahal, melatonin adalah hormon tidur utama bagi tubuh. Jadi, ketika tubuh Anda tidak menghasilkan cukup melatonin, Anda bisa mengalami komplikasi tidur.

2. Suka Minuman Ringan

Minuman bersoda mengandung gula dan itulah alasan mengapa minuman bersoda bisa menambah berat badan. Padahal, konsumsi soda dikaitkan dengan obesitas. Satu kaleng soda mengandung sekitar 10 sendok teh gula. Selain itu, minuman bersoda dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Soda diet juga memiliki bahaya dan efek sampingnya sendiri.

Peneliti di Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas diikuti 475 orang dewasa selama 10 tahun dan menemukan bahwa mereka yang meminum diet soda mengalami peningkatan lingkar pinggang 70 persen. Dan, partisipan yang meminum lebih dari dua gelas diet soda mengalami peningkatan lingkar pinggangnya hingga 500 persen.

Baca juga: Tips Berhenti Minum Soda

3. Kurang Tidur

Menurut peneliti di Wake Forest, pelaku diet yang tidur lima jam atau kurang, memiliki lemak perut 2,5 kali lebih banyak daripada mereka yang tidur lebih dari 8 jam setiap hari. Biasakan tidur 6 hingga 7 jam setiap malam untuk mengontrol berat badan dan lemak perut. National Sleep Foundation merekomendasikan orang dewasa untuk tidur selama 7 hingga 8 jam.

4. Terlalu Banyak Duduk

Kebanyakan orang menghabiskan 7 sampai 10 jam untuk duduk. Itu berarti, kita menghabiskan sebagian besar waktu yang kita miliki setiap hari dengan duduk. Namun, tubuh tidak dirancang untuk tingkat ketidakaktifan ini.

"Manusia harus terlibat secara aktif. Salah satu cara untuk membakar lebih banyak kalori setiap hari adalah dengan lebih banyak berdiri dan lebih sedikit duduk," kata Lisa Jubilee, MS, CDN, ahli gizi.

Penelitian di Inggris menemukan bahwa berdiri di tempat kerja membakar 50 kalori lebih banyak per jam daripada duduk. Jika Anda berdiri hanya selama tiga jam setiap hari, dalam satu tahun Anda akan mengeluarkan lebih dari 30.000 kalori yang setara dengan 3,6 kilogram lemak.

5. Makan Terlalu Cepat

Butuh waktu 20 menit bagi perut untuk memberi tahu otak bahwa Anda sudah cukup makan. Belajar di Jurnal dari American Dietetic Associaton menemukan bahwa mereka yang makan perlahan mengonsumsi 66 kalori lebih sedikit per makan dibandingkan mereka yang makan dengan cepat. Jika Anda bisa melakukannya setiap kali makan, itu berarti Anda akan kehilangan sekitar 9 kilogram lemak perut setiap tahun.

Baca juga: Makanan yang Harus Dihindari saat Perut Kosong

Referensi:

Waktu India. Penurunan Berat Badan: 8 Kebiasaan Terburuk Yang Membuat Perut Anda Meningkat

Makan Ini, Bukan Itu! 40 Kebiasaan Buruk yang Membuat Perut Anda Gemuk

8 Hal yang Perlu Dipersiapkan Saat Keluar Rumah di Masa New Normal

Banyak orang telah aktif di luar ruangan menjelang akhir periode Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB). Selain kegiatan kantoran, ada pula yang mulai mempromosikan olahraga favoritnya, seperti jogging atau bersepeda. Perlu diperhatikan, tentunya dibutuhkan persiapan diri saat melakukan aktivitas outdoor di waktu-waktu tertentu normal baru.

Ini diperlukan untuk mendukung perlindungan diri dari virus COVID-19

Sebelumnya, pemerintah membatasi aktivitas masyarakat di luar rumah. Hingga akhirnya PSBB dilonggarkan dan aturan diperbolehkan beraktivitas di luar ruangan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Banyak orang yang menantikan kegiatan luar ruangan kembali menjalankan perekonomian telah berhenti atau hanya menjaga kesehatan mereka dengan berolahraga.

Meski begitu, kita tetap perlu waspada karena virus Covid-19 masih ada di sekitar kita. Agar tubuh bisa tetap terlindungi, kulik olahannya normal baru yang perlu di bawa saat beraktivitas di luar rumah di bawah.

1. Topeng atau pelindung wajahv

persiapan untuk normal baru

Baru saja Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyampaikan potensi penularan COVID-19 melalui udara (udara). Aerosol yang mengandung virus bisa lebih lama berada di udara dan bisa dihirup oleh siapa saja. Oleh karena itu, kita perlu ekstra hati-hati saat bepergian ke luar rumah.

Jadi, persiapannya lengkap normal baru dengan menggunakan masker dan pelindung wajah saat di luar rumah. Gunakan masker untuk menutupi area hidung dan mulut dengan benar.

Jangan melepas atau melonggarkan masker saat berada di luar ruangan. Saat Anda memegang masker untuk rileks, tangan Anda sudah terpapar kuman yang melindungi sistem pernapasan. Jadi, saat di luar ruangan dan sebelum mencuci tangan, jangan main-main dengan masker yang sedang dipakai.

Menggunakan pelindung wajah juga merupakan pilihan yang baik untuk melindungi mata dari infeksi droplet. Namun saat memakai pelindung wajah, tinggal gunakan topeng agar mulut dan hidung tetap terlindungi dari resiko penularan virus.

2. Sabun tangan dalam botol kecil

persiapan untuk normal baru

Orang didorong untuk rajin cuci tangan Anda selama 20 detik menggunakan sabun dan air mengalir. Bisa jadi di beberapa tempat fasilitas cuci tangan tidak tersedia. Ada baiknya, sediakan sabun cuci tangan dalam botol kecil sebagai persiapan untuk "membersihkan" saat normal baru.

Jika Anda perlu mencuci tangan dalam situasi tertentu, Anda bisa menggunakan sabun dan air mengalir dari botol minum. Ingatlah untuk selalu mencuci tangan sebelum makan, setelah ke toilet, penanganan pelindung wajah atau topeng, atau menyentuh benda di fasilitas umum.

Namun, Anda juga bisa menggunakan pembersih tangan dengan kandungan alkohol minimal 60%.

3. Tisu basah atau kering

tisu pembersih vagina

Mungkin sebagian orang punya kebiasaan menyeka keringat menggunakan pakaian. Namun sebaiknya selalu ada tisu kering atau basah di dalam tas untuk membersihkan sesuatu sehingga bisa meminimalkan kuman yang menempel di kulit. Biasakan membawa peralatan ini untuk menjaga kebersihan.

4. Tas atau pouch khusus

persiapan saat baru normal

Selalu bawa kantong plastik atau tas khusus kemanapun Anda pergi. Persiapan ini perlu dilakukan untuk menyimpan barang-barang kotor saat beraktivitas di luar ruangan normal baru.

Misalnya saat ingin mengganti kain masker atau baju kotor atau berkeringat. Anda bisa menyimpannya secara terpisah di dalam kantong khusus barang kotor. Sebaiknya jangan gabungkan barang kotor dengan barang bersih di dalam tas.

5. Helm pribadi

helm jarang dicuci

Bagi anda yang sering menggunakan jasa ojek on line, pastikan membawa helm pribadi. Hindari menggunakan helm yang bukan milik Anda, karena Anda tidak tahu apakah orang yang memakai helm sebelumnya dalam keadaan sehat atau sakit.

Oleh karena itu, sebaiknya siapkan helm sendiri untuk bepergian ke luar rumah dengan ojek on line saat normal baru. Jangan lupa, bersihkan helm secara rutin untuk menghindari perkembangan kuman.

6. Alat-alat pribadi

persiapan untuk normal baru

Persiapan normal baru Selain itu, selalu bawa perlengkapan pribadi saat akan beraktivitas di luar ruangan. Gunakan peralatan pribadi, mulai dari botol minum, alat makan (sendok, garpu, kotak bekal), dan sajadah. Selain lebih nyaman menggunakan alat pribadi, cara ini turut mengurangi risiko tertular COVID-19.

7. Uang elektronik

periksa ponsel

Jangan lupa bawa kartu uang elektronik dan smartphone yang memiliki aplikasi pembayaran elektronik. Pemerintah, melalui protokol kesehatan yang ditetapkan, juga menyerukan penggunaan uang elektronik sebagai pengganti uang tunai saat bertransaksi di luar ruangan.

Jadi, pastikan selalu ada uang elektronik yang terselip di dompet untuk persiapan beraktivitas dan bertransaksi di luar ruangan normal baru.

8. Jaket lipat

Tak ada salahnya selalu membawa jaket yang mudah dilipat ke dalam tas. Jaket bisa menjadi sarana perlindungan, meski bukan yang utama. Jaket bisa memberikan kehangatan dan mengurangi risiko penyakit yang sering muncul akibat cuaca dingin, seperti masuk angin. Selain itu, jaket juga dapat melindungi kulit dari paparan terik matahari di siang hari saat mengendarai sepeda motor.

Namun, tak ada salahnya menyediakan jaket saat Anda bepergian ke luar rumah. Jangan lupa, sesampai di rumah, segera cuci jaket dan pakaian yang sudah terkena udara luar.

Nah, sekarang Anda bisa membuatnya daftar periksa berbagai persiapan di luar rumah saat normal baru. Bagikan juga informasi ini dengan keluarga dan teman sebagai perlindungan diri di masa depan normal baru.

Di tengah ketidakpastian, perlindungan diri dengan asuransi dapat melindungi dari risiko yang tidak diinginkan. Carilah asuransi yang dapat memberikan manfaat tambahan khusus yang lengkap untuk COVID-19, seperti dana santunan harian yang dapat membantu pengeluaran sehari-hari, karena dalam kondisi pengobatan penyakit ini, pasien tidak dapat mencari nafkah karena harus mengisolasi, juga memberikan manfaat. selama masa karantina bagi keluarga, dan santunan meninggal.

Postingan 8 Hal yang Perlu Anda Persiapkan Saat Keluar Rumah dengan Normal Baru muncul pertama kali di Hello Sehat.

Ibu Positif COVID-19 Bisa Menyusui Tanpa Menularkan ke Bayi

Para ibu yang positif COVID-19 dapat terus menyusui bayinya dan tidak menularkan virus corona selama dapat melakukan berbagai tindakan pencegahan. Bagaimana Anda bisa menyusui bayi Anda dengan aman bahkan jika Anda terinfeksi COVID-19?

Ibu yang terinfeksi COVID-19 dapat menyusui bayinya dengan aman

ibu menyusui yang positif COVID-19

Studi baru-baru ini menemukan fakta bahwa ibu dengan COVID-19 dapat menyusui bayinya dengan aman tanpa menularkan virus. Penelitian tersebut melibatkan 120 bayi baru lahir dari ibu yang positif COVID-19.

Sekitar tiga perempat wanita hamil mengalami gejala COVID-19 dari rumah dan sekitar setengahnya hanya mengalami gejala saat melahirkan. Di rumah sakit, para ibu diperbolehkan berbagi kamar dengan bayinya. Namun, bayinya harus disimpan di boks bayi yang berjarak 1,8 meter dari ranjang ibunya.

Para ibu boleh menyusui bayinya jika sudah merasa cukup sehat atau gejala COVID-19 sudah mereda. Namun sebelumnya, ibu harus mencuci tangan, memakai masker, dan membasuh payudaranya sebelum menyentuh bayi.

Semua bayi dites COVID-19 dalam 24 jam pertama setelah lahir, tidak ada yang dinyatakan positif. Setelah satu minggu, 79 bali diuji ulang dan semuanya negatif. Kemudian dua minggu kemudian, 72 bayi diuji untuk ketiga kalinya. Tidak ada hasil yang dinyatakan positif COVID-19.

Peneliti kemudian melakukan pemantauan jarak jauh terhadap 50 bayi setelah mereka berusia satu bulan. Alhasil, perkembangan sang buah hati berjalan tanpa hambatan, baik pada ibu yang positif COVID-19 dengan gejala maupun gejala. positif tanpa gejala.

“Kami berharap penelitian ini memberikan sedikit jaminan kepada ibu baru bahwa risiko penularan COVID-19 kepada bayinya cenderung rendah,” kata dr. Christine Salvatore, rekan penulis laporan studi. Dr. Salvatore adalah spesialis penyakit menular pediatrik di Weill Cornell Medicine-Rumah Sakit Anak Presbyterian Komansky New York.

Penulis mengatakan menyusui dan kontak fisik langsung antara ibu dan bayi baru lahir sangat penting untuk kesehatan jangka panjang anak. Temuan ini memungkinkan ibu yang terinfeksi COVID-19 untuk terus menyusui dan tidak kehilangan momen-momen tersebut saat menjalankan protokol kesehatan.

Namun, mereka menegaskan bahwa studi tersebut masih dalam skala yang relatif kecil, sehingga diperlukan studi yang lebih besar untuk memastikan keakuratan hasil penelitian.

Amankan bayi dari penularan COVID-19

ibu yang terinfeksi covid-19 dapat menyusui

Riset ini memberikan gambaran baru karena sebelumnya beberapa kasus bayi positif COVID-19 dilaporkan dalam kurun waktu 48 jam setelah lahir. Bayi-bayi ini diduga tertular COVID-19 dari rahim ibunya.

Temuan terbaru tentang COVID-19 yang terus berkembang membuat tenaga medis dan masyarakat harus terus menyesuaikan diri. Pedoman ibu hamil dan menyusui yang terinfeksi COVID-19 juga terus berubah seiring bertambahnya pengetahuan para ilmuwan tentang bahaya dan cara penularan virus corona ini.

Di awal pandemi, Akademi Ilmu Kesehatan Anak Amerika (AAP) awalnya merekomendasikan agar ibu yang terinfeksi COVID-19 dipisahkan dari bayi yang baru lahir. AAP juga merekomendasikan agar bayi disusui dalam botol.

Namun, AAP telah diperbarui pedoman Mereka mengatakan bahwa ibu yang positif COVID-19 dapat berbagi kamar dan menyusui dengan tindakan pencegahan tertentu.

Para ibu yang positif COVID-19 kini dapat terus menyusui bayinya sembari menjalankan protokol kesehatan. Namun kondisi ini tidak berlaku jika sang ibu mengalami gejala COVID-19 yang parah.

Postingan Ibu Positif COVID-19 Bisa Menyusui Tanpa Menular ke Bayi muncul pertama kali di Hello Sehat.

Aman Beraktivitas di Luar Rumah bagi Anak di Masa Pandemi

Salah satu hal yang identik dengan pandemi ini adalah ketika banyak aktivitas berpindah ke rumah. Anak-anak yang masih bersekolah, bahkan harus merubah bentuk pengajaran ke sekolah melalui metode on line. Untuk beberapa anak, ini sangat membosankan.

Belum lagi, jika ada kondisi tertentu yang mengharuskan anak tidak boleh ditinggal di rumah. Misalnya, karena tidak ada asisten rumah tangga, maka orang tua harus mengantar anaknya ke bank, pasar, atau minimarket. Kondisi seperti ini dapat terjadi bahkan pada orang tua yang masih memiliki keistimewaan Bekerja dari rumah (WFH).

Lantas, bagaimana Anda berharap anak-anak bisa beraktivitas di luar rumah dengan aman selama pandemi ini?

Baca juga: Dampak Jarak Fisik terhadap Kesehatan Mental, Siapa Yang Paling Berisiko?

Aktivitas aman di luar rumah

Pertama-tama, mari kita berpegang pada prinsip bahwa perlindungan terbaik yang dapat diberikan kepada anak untuk mencegah terpapar COVID-19 adalah tetap di rumah. Anak saya, misalnya, karena sejak Maret hingga sekarang dia benar-benar di rumah, bahkan tidak masuk angin. Ya, namanya belum pernah bertemu orang lain selain orang tua, bukan?

Ketika orang tua telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat sebelum memasuki rumah, maka pada saat yang sama anak-anak mereka akan lebih terlindungi. Jika anak sangat bosan di dalam rumah dan ingin bermain, atau ada kondisi yang membuat anak harus dibawa keluar rumah, mari simak beberapa hal berikut ini.

1. Hindari Keramaian

Sudah ada banyak bukti bahwa anak-anak terinfeksi COVID-19. Jika di awal disebutkan bahwa COVID-19 hanya parah pada orang dengan penyakit penyerta, ternyata tidak selalu demikian. Jadi, sangat penting bagi orang tua untuk memastikan anak-anak mereka menjauhi potensi infeksi. Salah satunya adalah kerumunan.

Jadi, jika harus ke pasar atau tempat lain yang identik dengan keramaian, pastikan selalu ada jarak yang cukup dengan orang lain. Kalau harus ke bank misalnya, biasanya orang tua yang membawa anaknya akan lebih mudah aksesnya, kok.

Baca juga: Bunda, berikut tips menjelaskan tentang Coronavirus dan social distancing untuk Si Kecil

2. Selalu ditemani

Namanya anak kecil, apalagi kalo udah lama di rumah pasti penasaran sama dunia luar. Anak laki-laki saya, misalnya, sangat bosan di rumah sehingga setiap sore dia berkeliling kompleks untuk mencari kucing. Nah, yang penting dalam posisi ini adalah anak selalu didampingi agar tidak sembarangan memegang benda di luar rumah dan orang tua selalu bisa menjauhkan anak dari orang lain, termasuk orang lain yang terlihat sakit atau tidak & # 39; t memakai topeng.

Saat didampingi, anak juga selalu diawasi agar tidak sembarangan menyentuh mulut, mata atau hidung sendiri. Ditambah lagi, orang tua selalu bisa membawa pembersih tangan sering mencuci tangan anak.

3. Gunakan masker dan / atau Pelindung wajah

Khusus untuk anak di atas usia 2 tahun, penggunaan masker sangat dianjurkan. Sedangkan untuk anak di bawah 2 tahun, sebaiknya menggunakan stroller dengan penutup. Jika anak berusia 2 tahun, umumnya pernapasannya sudah cukup matang jika harus memakai masker.

Ada banyak topeng anak yang di jual pasar? Orang tua sebaiknya memiliki kain masker yang cukup untuk anak agar selalu bisa mengganti masker pada jangka waktu tertentu karena masker kain hanya bisa digunakan maksimal 4 jam.

Setelah itu, proteksi tidak lagi optimal. Apalagi yang memakainya adalah anak-anak dengan kecenderungan memegang topeng, sehingga umurnya semakin pendek.

Baca juga: Pelindung Wajah Lebih Efektif dari Masker?

3. Selalu Bersihkan Diri Setelah Pulang Pulang

Satu hal yang paling penting adalah setelah keluar rumah, terutama yang tidak memiliki resiko jarak fisik, selalu bersih-bersih. Umumnya pakaian yang digunakan dari luar harus diganti dan sebaiknya segera mandi sampai bersih.

Persis sama dengan orang tuanya. Mengingat rumah merupakan tempat teraman selama ini, sebaiknya dijaga kebersihannya. Salah satunya adalah segera membersihkan diri sebelum masuk ke dalam rumah.

Selalu menganggap diri kita membawa virus tersebut pola pikir terbaik sejauh ini. Dengan begitu, kita akan sangat menjaga tingkah laku kita, baik menggunakan masker, menjaga jarak, membersihkan diri termasuk juga rajin menjaga daya tahan tubuh dengan makanan bergizi, vitamin yang cukup, dan olahraga. Salam sehat!

Baca juga: Kebiasaan Hidup Bersih Harus Menjadi Normal Pasca Pandemi Baru

5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

Apa yang Anda rasakan setelah berolahraga? Pastinya badan akan berkeringat dan jantung berdebar lebih kencang, bukan? Ya, itulah contoh reaksi yang dihasilkan tubuh saat berolahraga. Sekarang, untuk mengembalikan kondisi Anda menjadi normal, Anda perlu melakukan relaksasi tubuh. Bagaimana caranya? Simak tips berikut ini.

Tips relaksasi tubuh yang mudah dilakukan setelah berolahraga

Aktivitas fisik seperti olahraga membutuhkan energi dan gerakan sehingga otot dan persendian akan bekerja keras. Otot membutuhkan darah dan oksigen ekstra sehingga jantung dan paru-paru juga akan bekerja lebih intens dari biasanya. Begitu juga dengan kerja otak, ginjal, kulit dan sistem pencernaan.

Semua aktivitas tersebut harus diperhatikan untuk Anda memanjakan tubuh. Caranya dengan membuat tubuh dan pikiran Anda lebih rileks. Berikut ini tips untuk relaksasi tubuh yang sehat setelah berolahraga.

1. Rendam dalam air hangat

mandi air panas

Nyeri dan nyeri otot adalah efek samping yang biasa terjadi setelah berolahraga. Apalagi jika Anda tidak melakukan aktivitas fisik ini secara rutin. Ini normal karena otot memberi banyak tekanan pada aktivitas ini. Untuk meredakan kondisi dengan memperbaiki dan memulihkan otot, Anda bisa mandi air hangat.

Panas dari air dapat menembus kulit, jaringan dan otot sehingga cocok untuk relaksasi tubuh. Rendam selama sekitar 20 menit. Jangan terlalu lama mandi karena bisa mengeringkan kulit. Pastikan juga untuk minum banyak air sebelumnya.

2. Menggosok tubuh dengan scrub

tips untuk memilih sabun mandi

Olahraga bisa membuat tubuh berkeringat, sehingga memudahkan kotoran menempel. Jadi, tak ada salahnya sebelum Anda berinisiatif berendam untuk membersihkan tubuh dengan lulur. Selain menghilangkan kotoran, keringat, menggosok dengan scrub bisa mengangkat sel kulit mati.

Gosok perlahan, mulai dari kaki, perut, lengan, ketiak, hingga bagian belakang leher dan punggung. Jadi tidak hanya tubuh Anda akan kembali bugar, kulit Anda juga akan menjadi lebih segar.

3 Spa kaki

perawatan kaki

Lari, lompat, jalan kaki, dan olahraga lain yang membebani kaki dapat menyebabkan nyeri dan juga lecet. Untuk membantu mengendurkan otot kaki dan membantu luka lebih cepat kering, Anda bisa melakukan ini spa kaki. Caranya mudah, perlu siapkan air hangat, ember atau wadah berisi air, dan garam epsom.

Garam yang kamu pakai bukan garam biasa, tapi garam epsom. Garam ini mengandung campuran elektrolit yang baik untuk jantung, otot dan saraf. Salah satunya adalah magnesium yang dapat meredakan peradangan dan meredakan nyeri pada otot.

4. Gunakan krim kaki

relaksasi tubuh

Setelah melakukan spa kaki, tindakan selanjutnya adalah menerapkan krim kaki di kakimu. Haruskah ini dilakukan? Ya, karena olahraga bisa lebih memberi tekanan pada kaki, apalagi jika Anda sedang melakukan jalan santai tanpa alas kaki.

Krim kaki khusus membantu mencegah kapalan, melembabkan kulit kaki, dan mencegah kulit kaki pecah-pecah. Oleskan krim kaki dan pijat dengan lembut untuk meredakan nyeri sekaligus.

5. Nikmati susu atau es krim susu

susu dan buah

Selain minuman isotonik, susu atau es krim susu bisa menjadi pilihan minuman yang enak dan menyenangkan setelah berolahraga. Apalagi dengan penambahan buah, rasanya akan semakin nikmat. Es krim susu atau susu mengandung banyak protein dan sedikit karbohidrat yang dapat memulihkan sel otot yang rusak sekaligus memberi energi.

Ini dapat memulihkan kebugaran tubuh, memulihkan cairan tubuh yang hilang, dan mencegah Anda merasa lemah.

Postingan 5 Cara Sederhana untuk Bersantai Setelah Olahraga muncul pertama kali di Hello Sehat.

Scroll to top